AYOJAKARTA.COM – Nama Tom Lembong mendadak viral setelah disinggung Gibran Rakabuming Raka dalam debat cawapres kedua, Minggu (21/01/2024) lalu.
Seperti diketahui, Tom Lembong berada dalam jajaran Timnas AMIN yaitu sebagai co-captain.
Saat debat cawapres kedua tersebut, Gibran menyebut Tom Lembong adalah sosok yang memberikan catatan untuk Muhaimin Iskandar.
Pasalnya, Gibran Rakabuming Raka mengetahui Tom Lembong pernah bekerja untuk ayahnya, Presiden Joko Widodo di kabinet pemerintahan.
Setelah peristiwa tersebut, Tom Lembong mengatakan ia juga pernah menuliskan catatan untuk pidato Presiden Joko Widodo.
Namun, tanggapan Tom Lembong tersebut mendapat serangan dari Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia.
Bagaimana serangan dari Luhut Binsar Pandjaitan dan Bahlil Lahadalia serta klarifikasi Tom Lembong setelahnya?
Berikut informasi selengkapnya dikutip AyoJakarta.com pada Jumat (26/01/2024) dari YouTube METRO TV.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Minta Mahfud MD Segera Mundur dari Jabatan Menkopolhukam, Ternyata Ini Alasannya!
Setelah mendengar jawaban Tom Lembong yang mengatakan menulis pidato presiden selama tujuh tahun, Luhut Binsar Pandjaitan selaku Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia menyerangnya dengan memberikan respons negatif.
Luhut mengatakan agar Tom Lembong jangan geer karena menulis pidato tersebut sendirian untuk Presiden Joko Widodo.
“Anda (Tom Lembong) jangan geer juga, bilang kasih note kepada ayahnya Mas Gibran (Presiden Joko Widodo). Emang hanya Tom Lembong saja?” tanya Luhut.
Luhut juga mengatakan menuliskan catatan atau note untuk pidato Presiden Jokowi tersebut adalah memang tugas pembantu presiden (menteri).
“Apakah karena anda (Tom Lembong) hebat melakukan itu (menuliskan catatan untuk pidato)? Tidak. Itu tugas anda (Tom Lembong) sebagai pembantu presiden (menteri), sebagai Menteri Perdagangan pada saat itu, sebagai Kepala BKPM,” lanjutnya.
Sementara itu, Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi Indonesia saat ini juga memberi respons negatif terhadap tanggapan Tom Lembong.
“Cuman ada yang merasa lebih pintar aja padahal ga pintar-pintar banget juga. Itulah perbedaan antara pimpinan BKPM tamatan Harvard (Tom Lembong) dengan tamatan STIE Port Numbay,” ujar Bahlil Lahadalia.
Tom Lembong pun memberikan klarifikasi terkait catatan pidato untuk Presiden Jokowi tersebut.
“Sedikit lagi saya mau meluruskan ya, tentunya saya tidak terlibat di semua pidato Pak Presiden. Hanya pidato tertentu tapi volumenya cukup besar. Tapi kembali lagi sama halnya di Timnas AMIN, tentunya di Istana juga ada teamwork,” klarifikasi Tom Lembong.***