AYOJAKARTA.COM - Kementerian Kesehatan mencanangkan penyebaran nyamuk Wolbachia ke berbagai titik lokasi sebagai pilot project.
Berdasarkan informasi, lima kota yang akan menjadi pilot project nyamuk Wolbachia di antaranya adalah Jakarta Barat, Bandung, Bontang, Semarang, dan Kupang.
Kemenkes mengklaim strategi penyebaran nyamuk Wolbachia bisa untuk mengatasi penularan kasus dengue atau Demam Berdarah (DBD) di Indonesia.
Baca Juga: Selain Sebagai Alat Pembasmi DBD, Benarkah Wolbachia juga Bisa Mengendalikan Penyakit Lain?
Namun, kontoversi progam ini ternyata masih berlanjut di kalangan masyarakat.
Terlebih, baru-baru ini Eks Menkes alias Mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah membeberkan pendapatnya terkait program Wolbachia tersebut.
Melalui unggahan akun TikTok @aridewandaru, tampak Siti Fadilah menjelaskan mengapa Pemerintah menyebarkan nyamuk Wolbachia.
"Ternyata penyebaran nyamuk ini adalah salah satu dari program dunia, world mosquito program. Jadi, dunia mempunyai program untuk menyebarkan nyamuk," kata Siti Fadilah.
"Nyamuk itu direkayasa genetika jadi gen-nya yang direkayasa dan disuntik dengan Wolbachia. Mereka mengklaim dan sudah dibuktikan mereka sudah membuktikan dalam penelitian dengan para ahli dari UGM bersama-sama dengan dari luar mengatakan bahwa nyamuk yang direkayasa genetika dan disuntik Wolbachia tersebut terbukti bisa menurunkan 77 persen angka kesakitan demam berdarah di wilayahnya," jelasnya.
Ia kemudian menuturkan bahwa program dari Kemenkes itu bahkan direstui oleh WHO.
"Ini sangat luar biasa maka WHO merestui program itu untuk menurunkan angka kesakitan demam berdarah," katanya.
Saat ditanya apakah sudah mengetahui jangka panjang dampak dari penyebaran nyamuk Wolbachia, Siti Fadilah mengakui belum mengetahuinya.
"Saya jawab belum, karena setiap penelitian dengan nyenggol-nyenggol gen, genetik, itu errornya tidak bisa diketahui sekarang juga, kita bisa tahu antara 2 tahun dan 10 tahun yang akan datang," ucapnya.
Ia menyebut keterangan dari seorang ahli ekologi, bahwa nyamuk adalah bagian dari rantai ekologi di dunia ini dan biasanya Tuhan menciptakan seimbang.
"Kenapa sekarang nyamuk itu akan dimusnahkan dengan cara seperti itu dan direkayasa dengan seperti itu, karena dengan direkayasa dan di Wolbachia itu mereka juga mengklaim tidak akan bisa berkembang lagi gitu," terangnya.
Baca Juga: Mengenal Cara Kerja Nyamuk Wolbachia, Diklaim dapat Menghentikan Penyebaran DBD
Para ekolog disebut khawatir karena akan berakibat fatal dalam sistem rantai ekologi.
"Nah justru para ekolog itu pada mengkhawatirkan karena takut banget itu akan berakibat fatal pada tahun-tahun berikutnya nanti," ungkapnya.
Siti Fadilah kemudian menerangkan sebuah contoh di salah satu Pulau yang pernah memusnahkan kupu-kupu.
"Contohnya pernah suatu Pulau di mana kupu-kupunya dihilangkan karena terlalu banyak dan mengganggu, maka kupu-kupu dihilangkan dari suatu Pulau. Apa akibatnya? Akibatnya ada tornado. Itu akibatnya sangat jauh dari apa yang kita bayangkan," ujar Siti Fadilah. ***