AYOJAKARTA.COM – Soal penyebaran nyamuk Wolbachia yang sedang dilakukan pemerintah saat ini menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat.
Apakah penyebaran nyamuk Wolbachia ini berbahaya atau menimbulkan dampak negatif bagi manusia?
Menjawab pertanyaan tersebut, mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari memberikan penjelasan.
Dalam penjelasannya, mantan Menkes tersebut menuturkan nyamuk Wolbachia tak berbahaya bagi manusia.
Hal itu berdasarkan penelitian yang dilakukan Profesor Uut atau bernama lengkap Adi Utarini yang merupakan Peneliti Pusat Kedokteran Tropis di UGM.
“Menurut penelitiannya Professor Uut yang dari Gadjah Mada, nyamuk Wolbachia yang saat ini dari keturunan beberapa itu, itu tidak berbahaya untuk manusia,” terang Siti Fadilah Supari dikutip ayojakarta.com dari TikTok @rjl5official pada Selasa (23/1/2024).
“Karena dia justru menurunkan angka kesakitan demam berdarah,” lanjutnya.
Hanya saja, hasil penelitian yang dilakukan Profesor Uut tentang dampak nyamuk Wolbachia bagi manusia tersebut hanya untuk jangka tertentu saja.
“Dia ukur yang sakit berapa, yang ada di rumah sakit berapa, bahkan sampai 77 persen, itu hasil penelitiannya Professor Uut jangka tertentu,” jelas mantan Menkes tersebut.
Sedangkan untuk dampak dalam jangka panjang khususnya bagi ekologi, belum diketahui bagaimana.
“yang kita tidak tahu berbahaya atau tidak itu jangka panjangnya terhadap ekologi,” terang Siti Fadilah.
“Terhadap binatang-binatang yang lain ,” imbuhnya lagi.
Pasalnya, Wolbachia yang disuntikkan ke dalam nyamuk merupakan sebuah bakteri yang ada di mana-mana.
“Karena yang namanya Wolbachia itu adalah bakteri di banyak serangga, ada yang di kupu-kupu, ada yang di lalat, ada yang di buah, ada di mana-mana,” jelas Siti Fadilah lagi.
Sehingga, hingga saat ini belum bisa diketahui apakah dampak yang akan ditimbulkan oleh penyebaran nyamuk Wolbachia tersebut secara ekologi.
“Nah dengan berbagai nyamuk itu apakah nanti akan merubah gambaran ekologi, kita tidak tahu,” tegas Siti Fadilah.
“Jadi at least Professor Uut tidak mengekspos itu, tidak mengekspos bagaimana jangka panjangnya,” lanjutnya.
Siti Fadilah Supari juga menegaskan dirinya bukan tak percaya dengan penelitian yang dilakukan Profesor Uut.
“Saya bukan tidak percaya, saya percaya dengan hasil penelitian itu, tetapi masalahnya apakah kita betul perlu nyamuk-nyamuk itu,” kata Siti Fadilah.
“Kemudian apakah yakin jangka panjangnya untuk masyarakat banyak, nah begitu pertanyaannya,” jelasnya lagi.***

Share this article
Mantan Menkes Siti Fadilah Supari beri penjelasan terkait potensi bahaya penyebaran nyamuk wolbachia.