AYOJAKARTA.COM - Polemik 40 juta telur nyamuk wolbachia yang akan diproduksi di Indonesia menuai respons negatif dari warganet.
Mantan Menteri Kesehatan (Menkes), Siti Fadilah Supari mengungkap kekecewaannya soal nyamuk wolbachia dalam Instagram pribadinya.
Eks Menkes itu berharap agar presiden selanjutnya tak mengizinkan produksi nyamuk wolbachia di Indonesia.
“Ya Allah, kok tega teganya ths bangsanya sendiri. Mudah2an presiden yg baru tidak mengijinkan hal ini,” tulisnya.
Baca Juga: Mengenal Cara Kerja Nyamuk Wolbachia, Diklaim dapat Menghentikan Penyebaran DBD
Diketahui, Kementerian Kesehatan siap membangun pabrik telur ber-wolbachia.
Hal ini merupakan upaya pemerintah sebagai inovasi dalam memberantas kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Indonesia.
Dalam hal ini, Kemenkes juga memastikan bahwa wolbachia dapat menekan angka kasus DBD.
Menurutnya, cara ini sudah terbukti ampuh melalui penelitian.
Rencananya, akan ada lima kota besar yang menjadi lokasi pilot project nyamuk tersebut.
Adapun kota yang akan menjadi lokasinya antara lain Jakarta Barat, Bandung, Bontang, Semarang dan Kupang.
Diperkirakan butuh sekitar 40 juta telur nyamuk ber-wolbachia per minggu.
Maxi R Rondonawu selaku Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes RI menyebut saat ini lab UGM memiliki kapasitas produksi nyamuk tersebut.
“Jadi sekarang ini yang sudah punya kapasitas produksi untuk wolbachia itu ada di lab UGM,” ujarnya.***
Share this article
Begini harapan mantan Menkes Siti Fadilah Supari terkait polemik nyamuk wolbachia yang akan diproduksi.