News

Ditantang Kaum Muda Kalimantan Selatan untuk Menciptakan Ruang Pendidikan Aman, ini Jawaban Anies Baswedan

Oleh: Karseno AJ Selasa 05 Des 2023, 17:07 WIB
Ditantang Kaum Muda Kalimantan Selatan untuk Menciptakan Ruang Pendidikan Aman, ini Jawaban Anies Baswedan (IG @heru_photography)

AYOJAKARTA.COM – Hadir di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, capres nomor urut satu Anies Baswedan dihujani banyak permasalahan terkait kaum muda.

Selain menyoroti permasalahan ekonomi, sosial dan politik, Anies Baswedan juga sempat menyinggung isu kesehatan mental dalam dunia pendidikan.

Kesehatan mental, menurut Anies Baswedan memiliki porsi yang cukup besar dalam menentukan arah dan kemajuan sebuah bangsa.

Baca Juga: Anies Baswedan Komitmen Berantas Korupsi dan Tolak Hukuman Mati untuk Koruptor, Sebut Cara Lain Lebih Ampuh

Tingginya angka perundungan yang terjadi akibat kondisi atau masalah kesehatan mental, menurut Anies perlu menjadi prioritas.

Tingginya tingkat persaingan antara individu yang berdampak pada lahirnya superioritas dan inferioritas, menjadi kendala di banyak institusi pendidikan.

Individu yang memiliki mentalitas lemah, dalam kehidupan sehari-hari sering menjadi sasaran perundungan atau bahkan korban suatu kejahatan.

“Persoalan kekerasan di sekolah, itu tidak dianggap sebagai masalah pendidikan selama ini,” ungkap Anies.

Belum ada dan tersedianya unit atau satuan gugus tugas khusus yang berkomitmen mengatasi aksi perundungan menjadi persoalan di banyak wilayah.

Baca Juga: Kontroversi Format Debat: Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran Merasa Waktu Rakyat Terbuang Percuma

Karena itu, Anies berkomitmen untuk melakukan upaya perubahan terkait dengan peran lembaga pendidikan sebagai institusi yang aman.

Banyaknya kasus perundungan yang dilakukan oleh peserta didik atau siswa, menurut Anies karena tidak tersedianya perangkat pencegahan dan penanganan.

Sehingga kecenderungan yang selama ini terjadi ketika terjadi perundungan, adalah dengan sebatas mendamaikan dan selebihnya pembiaran.

“Yang akan kami kerjakan adalah, menjadikan perundungan sebagai masalah pendidikan,” tegas Anies.

Baca Juga: BREAKING NEWS: Gempa Magnitudo 3.5 Guncang Garut Jawa Barat, Getaran Terasa hingga Pangalengan

Lebih lanjut Anies berkomitmen untuk membentuk satuan gugus tugas yang dibuat secara khusus menangani perundungan.

Adapun yang dilibatkan dalam satgas pencegahan dan penanganan perundungan tersebut antara lain perwakilan siswa, orang tua, guru, ahli psikologi dan aparat pemerintah.

Satgas pencegahan perundungan yang telah terbentuk di setiap sekolah, juga perlu menyiapkan standar operasi prosedur dalam melakukan penanganan.

“Sehingga ketika ada yang mengalami kekerasan di sekolah, yang ditangani dua-duanya, bukan korban atau pelakunya saja,” jelas Anies.

Baca Juga: Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Singgung Kasus Jessica Wongso Layaknya Sinetron: Ada Sutradara di Balik Ini

Dengan tersedianya satgas khusus perundungan, Anies optimis hal tersebut akan berdampak signifikan terhadap dunia pendidikan.

Sebab dari setiap laporan kasus perundungan yang telah dilakukan satgas, akan bisa menjadi penentu kelayakan dan prestasi Penanggung Jawab Sekolah.

“Bila ada statistiknya, Kepala Sekolahnya bisa dievaluasi bukan hanya berdasarkan kinerja akademik, ekskul, tapi juga menjaga sekolah yang aman,” tegas Anies.

Sehingga program yang terencana dan terukur tersebut akan bermuara pada tingkat keamanan dan kenyamanan peserta didik.

“Sekolah itu harus aman,” pungkas Anies dikutip Ayojakarta pada Selasa, 5 Desember 2023 dari Metro TV. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Hengky Sulaksono