AYOJAKARTA.COM - Rosan Perkasa Roeslani, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo - Gibran, menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi format debat Pilpres 2024 yang baru diusulkan oleh KPU.
Format debat tersebut kini menjadi sumber polemik di kalangan masyarakat. Rosan berpendapat bahwa perdebatan mengenai format baru tidak perlu diperpanjang.
Dia menegaskan bahwa pasangan Prabowo - Gibran bersedia untuk patuh pada aturan yang ditetapkan oleh KPU, termasuk aturan terkait format debat Capres - Cawapres.
"Sayang waktunya masyarakat terbuang percuma untuk menyaksikan polemik soal format debat. Yang pasti paslon Prabowo-Gibran siap mengikuti format apa pun yang diinginkan masyarakat dan ditetapkan oleh KPU," ucap Rosan.
Menurutnya, yang terpenting adalah format debat tersebut menjadi wadah bagi Capres-Cawapres untuk berdiskusi dan menyampaikan gagasan mereka kepada masyarakat.
"Jauh lebih baik kalau setiap paslon berlomba-lomba menyampaikan gagasan besarnya masing-masing atau mempertontonkan aksi nyata yang bermanfaat untuk masyarakat. Contohnya seperti yang kami lakukan sekarang ini setiap hari di seluruh Indonesia," ucapnya.
Rosan memberikan contoh salah satu program unggulan dari pasangan Prabowo - Ganjar, yaitu memberikan makan siang sehat gratis setiap hari untuk anak-anak sekolah dasar di seluruh Indonesia. Program ini, katanya, akan terus dijalankan dengan intensitas tinggi hingga akhir masa kampanye pada 10 Februari mendatang.
"Di TKN Prabowo-Gibran prinsip dalam kampanye kami adalah wajib memberikan manfaat langsung bagi orang lain dan orang banyak sesuai dengan kebutuhannya. Jadi bukan untuk kepentingan kami sendiri yang diprioritaskan. Itu sesuai dengan azas kekeluargaan dan prinsip gotong royong," ucapnya.
Dia menegaskan bahwa program tersebut juga akan menjadi prioritas utama pasangan Prabowo - Gibran jika terpilih sebagai pemenang dalam Pilpres 2024, dengan komitmen untuk mengimplementasikannya di pemerintahan.
"Selain untuk membebaskan 30 juta lebih anak usia dini dan 4,8 juta Ibu hamil dari bahaya stunting, dampak multiplier ekonominya juga sangat besar. Karena sumber daya manusia yang terlibat untuk melaksanakan kebijakan tersebut setiap hari bisa mencapai jutaan orang yang akan menikmati pendapatan tambahan dengan jumlah lebih tinggi dari UMR setiap bulannya, " ucap Rosan.
Nusron Wahid, Sekretaris TKN Prabowo Gibran, sebelumnya telah menegaskan kesiapan pasangan Prabowo - Gibran untuk mengikuti debat Capres dan Cawapres. Nusron bahkan menyatakan bahwa mereka bersedia untuk mengikuti debat dalam berbagai format, termasuk debat yang menggunakan bahasa Inggris.
Penegasan ini disampaikan Nusron sebagai respons terhadap tudingan bahwa Gibran takut untuk berdebat, terutama setelah debat khusus antara cawapres dihapus.
“Secara prinsip, paslon kami siap debat dengan aturan dan ketentuan yang dibuat KPU. Apapun format yang ditentukan,"ucap Nusron dalam keterangannya.
"Bahkan andai KPU menentukan demi kepentingan diplomasi internasional, misal debat antara Cak Imin, Mas Gibran, dan Pak Mahfud dengan bahasa Inggris dan tanpa bawa teks-pun, kita siap. Tapi kami tidak mengusulkan itu," lanjutnya.
Baca Juga: 4 Bulan Jessica Wongso di Sel Tikus, Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Sebut Itu Pelanggaran HAM
Nusron juga memberikan tanggapan terhadap komentar-komentar yang mencoba menyudutkan Prabowo - Gibran terkait perubahan format debat Capres dan Cawapres. Dia menegaskan bahwa perubahan tersebut bukan berasal dari Prabowo-Gibran atau TKN itu sendiri.
“Alhamdulillah, sekarang sudah ketahuan cetho welo welo. Alias sudah terang benderang. Sudah ketahuan pihak mana yang mengusulkan perubahan format debat, dan itu bukan dari pasangan Prabowo Gibran," ucap Nusron.

Share this article
Rosan Perkasa Roeslani, Ketua TKN Prabowo dan Gibran, menyampaikan pandangannya mengenai kontroversi format debat Pilpres 2024.