AYOJAKARTA.COM – Perseteruan yang terjadi di Palestina masih membuat pejuang Hamas dengan pasukan Israel terlibat aksi saling serang.
Selain telah menewaskan ribuan jiwa, konflik yang terjadi antara Hamas yang mendukung kemerdekaan Palestina dengan Israel juga menghancurkan bangunan.
Salah satu bangunan yang ikut mengalami kehancuran akibat aksi balasan Israel terhadap pejuang Hamas adalah rumah sakit Indonesia yang berada di Palestina.
Baca Juga: Kemlu Mencatat Ada 129 WNI yang Menolak untuk Dievakuasi dari Palestina dan Israel
Terkait dengan perang yang telah banyak menewaskan perempuan dan anak-anak, sejumlah tokoh Indonesia memberi tanggapan.
Menurut Monique Rijkers yang merupakan aktivis Yahudi Pro Israel, setiap manusia tidak bisa menentukan dari rahim siapa dan kebangsaan apa akan dilahirkan.
Karenanya, Monique merasa sedih atas peristiwa pada tanggal 7 Oktober 2023 yang diperingati sebagai Hari Suka Cita kaum Yahudi.
Dalam ajaran Yahudi, hari Suka Cita adalah hari dimana setiap umat Yahudi membacakan kitab Torah sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan.
“Tetapi yang terjadi, Anda bisa lihat sekelompok teroris masuk, merangsek hingga ke kamar-kamar tidur,” ungkap Monique.
Monique menilai aksi militan yang dilakukan Hamas telah membawa dampak luka karena telah menewaskan ribuan korban jiwa dan ratusan sandera.
Baca Juga: Turki Kutuk Serangan Udara Israel di Jalur Gaza
“Sejak kapan definisi sandera adalah untuk dilindungi, kalau mereka dilindungi oleh Hamas, please tolong kembalikan mereka sekarang juga,” pinta Monique kepada Hamas.
Terkait dengan pernyataan Monique, Haikal Hasan yang baru saja kembali dari Palestina menyebut informasi tersebut keliru.
Menurutnya, aksi penyerangan yang dilakukan Hamas pada 7 Oktober 2023 merupakan reaksi atas adanya rencana genosida Israel terhadap warga Palestina.
Karenanya, sebelum peristiwa pembantaian massal itu terjadi, pejuang Hamas memilih untuk lebih dulu melakukan infiltrasi.
“Penyerangan dilakukan tanggal delapan, Hamas mendahului, informasi ini tidak didapat oleh Monique karena dapatnya sepihak,” jelas Babe Haikal.
Lebih lanjut, Haikal menyebut apa yang dilihat oleh dunia saat ini adalah sebuah upaya melakukan genosida atas warga Palestina.
Lebih lanjut, Haikal menyebut cuitan Perdana Menteri Benjamin di akun X untuk mengosongkan wilayah Palestina sebelum penyerangan merupakan omong kosong.
“Perginya kemana, karena sudah sampai di perbatasan tidak boleh pergi, akhirnya mereka pergi ke kampus, dan kampusnya di bom,” imbuh Haikal.
Karena bom-bom yang diluncurkan Israel bukan saja menyasar ke kampus dan pemukiman, tapi juga rumah sakit Indonesia, Babe meminta Monique untuk lebih empati.
“Dunia sedang menyaksikan genosida, come on ada sedikit hati nurani,” pungkas Babe Haikal dikutip Ayojakarta pada Jumat, 13 Oktober 2023 dari tvOneNews. ***