News

Sempat Bilang Bakal Bubarkan NasDem Bila Kader Korupsi, Surya Paloh Ingkar Janji?

Oleh: Admin Jumat 06 Okt 2023, 15:08 WIB
Sempat Bilang Bakal Bubarkan NasDem Bila Kader Korupsi, Surya Paloh Ingkar Janji?

AYOJAKARTA.COM -- Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh, mengingkari janjinya untuk membubarkan Partai NasDem bila ada kadernya yang terjerat kasus korupsi.

DIrangkum dari Suara.com, Paloh pernah berjanji untuk membubarkan partainya jika ada kader yang terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Janji manis Paloh tersebut disampaikan dalam acara pembekalan caleg Partai NasDem di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Pusat, pada 3 Juni 2015.

Baca Juga: Syahrul Yasin Limpo Siap Hadapi Proses Hukum, Pasca Pengunduran Dirinya sebagai Mentan

"Tidak layak Partai NasDem dipertahankan (bila terdapat kader partai yang terbukti korupsi)" kata Surya Paloh saat itu.

Terkini, dalam satu tahun terakhir, dua kader NasDem yang menjabat sebagai menteri justru terjerat kasus korupsi.

Yang pertama adalah eks Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate yang menjadi tersangka kasus BTS 4G dengan total kerugian Rp8 triliun.

Baca Juga: Surya Paloh Koreksi Janji Jika Kadernya Korupsi Maka NasDem akan Dibubarkan

Sedangkan kader kedua adalah Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang dikabarkan telah ditetapkan sebagai tersangka atas kasus korupsi di Kementerian Pertanian.

Setelah kabar status tersangka tersebut tersebar, Syahrul sempat menghilang selama beberapa hari di luar negeri, namun kini telah kembali ke Indonesia dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Menteri Pertanian.

Sayangnya, setelah delapan tahun berlalu dan beberapa kader NasDem ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi, Paloh justru mengklaim bahwa pernyataannya telah disalahartikan.

Baca Juga: Soal Dugaan Kasus Korupsi di Kemnaker, Mahmud MD: Cak Imin Selama Ini ...

Paloh berdalih, pernyataannya pada 2015 bukanlah janji untuk membubarkan partai jika ada kader yang terbukti korupsi, melainkan semangat untuk memberantas korupsi.

"Enggak demikian meaning-nya. Enggak ada yang lebih tolol dari ketum partai yang mengatakan kalau ada kader partai yang korupsi partai dibubarkan, bodoh dia," kata Surya Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, 5 Oktober 2023.

Politisi ini mengklarifikasi bahwa makna dari pernyataannya tidak dimaksudkan secara harfiah, melainkan bersifat konotatif atau tidak sesuai dengan makna sebenarnya.

Baca Juga: Diperiksa KPK, Febri Diansyah Bantah Isu Hilangkan Barang Bukti Dugaan Kasus Korupsi Kementan

Sebagai partai yang memperjuangkan anti-korupsi, NasDem harus terus bertahan untuk meneruskan semangat tersebut.

Walaupun begitu, Paloh tidak bisa menjamin bahwa tidak akan ada kader NasDem yang melakukan tindak tercela atau penyusup.

Ia mengatakan bahwa tidak adil jika anak-anak negeri yang bergabung dengan partai dengan cita-cita, idealisme, dan pengabdian harus menjadi korban karena tindakan satu atau dua orang yang tidak tepat.

Baca Juga: Babak Baru Kasus Korupsi Mentan, Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Ikut Diperiksa KPK, Terlibat?

KPK saat ini sedang mengusut tiga klaster dugaan tindak korupsi di tubuh Kementerian Pertanian, termasuk gratifikasi, tindak pidana pencucian uang, dan jual beli jabatan.

Selama penggeledahan di rumah dinas Syahrul Yasin Limpo, penyidik menemukan uang puluhan miliar dalam bentuk rupiah dan mata uang asing serta 12 pucuk senjata api.

Penyidik juga telah melakukan penggeledahan di rumah dinas Syahrul Yasin Limpo dan menemukan sejumlah uang dalam bentuk rupiah dan mata uang asing serta 12 pucuk senjata api.

Baca Juga: Beri Nasihat Minum Obat Serangga Jika Tak Mau Punya Masalah Hidup, Mentan Syahrul Yasin Limpo Dirujak Warganet

Beberapa bulan sebelumnya, anggota Fraksi Nasdem di DPR, Ary Egahni, juga ditangkap oleh KPK bersama suaminya, Bupati Kapuas Ben Ibrahim S Bahat, atas kasus dugaan pemerasan terhadap sejumlah pegawai aparatur sipil negara (ASN).

Reporter Admin
Editor Hengky Sulaksono