AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan yang merupakan bakal Capres dari Partai NasDem lagi-lagi menjadi sorotan usai menyinggung soal pembangunan era Jokowi.
Pasalnya Anies Baswedan membandingkan pembangunan khususnya jalan pada Era Jokowi dan Era Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Pernyataan Anies Baswedan tersebut disampaikannya saat menghadiri Milad ke -21 PKS (Partai Keadilan Sosial) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta.
Baca Juga: Bikin Kagum, Ini Isi Pidato Politik Anies Baswedan di Milad PKS!
Sebelumnya seperti dilansir AyoJakarta.com pada siaran Kompas TV, Minggu (21/5/2023) Anies Baswedan menyampaikan pendapatnya soal pembangunan jalan yang menyinggung Jokowi dan SBY di masing-masing pemerintahan.
Saat itu Anies membandingkan perubahan jalan pada era Jokowi dan Era SBY (Susilo Bambang Yudhoyono).
Menurutnya, pembangunan jalan di beberapa daerah pada era pemerintahan Jokowi terutama tol, memang menjadi tol terpanjang yang memiliki panjang 1.569 kilometer.
Jumlah tersebut sudah mulai meningkat dari total 2.499 kilometer.
"Pemerintah berhasil membangun jal tol terpanjang dibandingkan periode-periode sebelumnya," ujar Anies.
"63 persen jalan tol berbayar yang ada di Indonesia itu dibangun era pemerintahan sekarang, ada 1.569 kilometer dari 2.499 kilometer itu berbayar," lanjutnya.
Baca Juga: Anies Baswedan Bicara Soal Bakal Cawapresnya: Bisa Saja Perempuan
Sayangnya tol-tol tersebut memberlakukan tarif berbayar yang mana dibandingkan oleh Anies bahwa pembayaran itu bisa digunakan membuat tol-tol lagi yang tanpa berbayar.
Menurut Anies pembangunan tol tidak berbayar masih lebih panjang di era SBY yang mencapai dua kali lipatnya dari era Jokowi yang hanya dibangun 19.000 kilometer.
"Kalau coba saya bandingkan dengan pemerintah 10 tahun yang lalu, di zaman Presiden Pak SBY, jalan tak berbayar yang dibangun adalah sepanjang 144.000 atau 7,5 kali lipat," jelas Anies membandingkan.
Baca Juga: Anies Baswedan Kembali Lakukan Pidato Berisi Penuh Kritik ke Pemerintah, Apa Saja?
Tak hanya membandingkan jumlah pembangunan jalan tol, Anies juga membandingkan jumlah pembangunan jalan nasional era Jokowi dan era SBY.
"Bila dibandingkan dengan jalan nasional di pemerintahan ini membangun jalan nasional sepanjang 500 kilometer, di era 10 tahun sebelumnya 11.800 kilometer. 20 kali lipat," terangnya lagi.
Anies juga menuturkan itu baru perbedaan secara panjang, belum termasuk mutu, kualitas dan lainnya.
Menurut Anies infrastuktur jalan tol dan jalan nasional merupakan dua hal yang sangat penting untuk digunakan masyarakat dalam keseharian.
Digunakan dalam mobilitas khusunya produktifitas masyarakat seperti mengantar hasil produksi, pertanian dan lain sebagainya.
Maka menurutnya dibutuhkan institusi yang inklusif, infrastruktur yang menunjang keseharian.
Netizen yang melihat pidato Anies tersebut pun memberikan komentar menohok ini.
"Pidato isinya membandingkan saja, rakyat butuh tau program dan gagasan capres. Sampai detik ini gak ada yang berani berantas korupsi dengan kasih hukuman minimal seumur hidup dan max hukuman mati serta dimiskinkan. Capres mana yg berani," ujar salah satu netizen dengan komentar menohoknya.***