AYOJAKARTA.COM - Berbagai hasil survei terkait calon presiden Indonesia pada Pemilu 2024 mendatang kerap kali menjadi sorotan publik.
Ternyata bukan hanya publik, Anies Baswedan pun selaku bakal calon presiden pada Pemilu 2024 turut mengomentari hasil survei suatu lembaga.
Pasalnya, menurut Anies Baswedan sejak Pemilihan Kepala Daerah di Jakarta, berbagai lembaga survei hingga saat ini belum pernah memenangkannya.
Baca Juga: Dalam Proses Cerai, Desta dan Natasha Rizki Terciduk Hadir di Momen Pernikahan Enzy Storia
"Pilkada di Jakarta, tidak ada satupun survei yang pernah memenangkan kita, enggak ada," ungkap Anies Baswedan, dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube METRO TV.
Hal ini membuat Anies Baswedan mempertanyakan sebenarnya hasil survei yang dibuat saat ini sesuai dengan aspirasi masyarakat atau aspirasi lembaga survei.
"Saya sering bilang, ini sebetulnya aspirasi masyarakat atau aspirasi penyelenggara survei ya, yang mana ni, kita enggak tahu," ujar Anies Baswedan.
Ternyata bukan hanya itu, Anies Baswedan mengatakan ada pihak yang menyebut bahwa ada penjegalan yang terjadi,
"Bahkan ada yang tanya kemarin disebuah wawancara, Pak Anies ini banyak jegal-jegal, gimana komentarnya?," ucap Anies Baswedan.
Menanggapi hal itu, Anies Baswedan memberikan komentar yang sangat bijak, yang terkesan dirinya tidak ambil pusing terhadap aksi penjegalan tersebut.
"Saya komentarin gini, mungkin yang menjegal-jegal itu seang mengatakan bahwa survei aslinya tidak seperti itu," ungkap Anies.
"Karena kalau di survei nomor tiga buat apa di jegal, kalau surveinya nomor tiga tapi tetap menjegal mungkin dia punya survei yang sesungguhnya, kita tidak tahu," lanjutnya.
Bahkan menurut Anies komentarnya berupa logika sederhana saja, tentu bagi yang percaya hasil survey seharusnya tidak perlu melakukan penjegalan.
"Ini logika sederhana saja, kalau dia percaya enggak usah dijegal, tungguin saja," ujar Anies Baswedan.
Seperti dikutip Ayojakarta melalui laman suara.com, menurut Charta Politika Indonesia hasil surveinya menyebutkan elektabilitas Anies Baswedan menurun.
"Sementara Prabowo mengalami peningkatan elektabilitas yang signifikan pada survei periode 4-7 April, dan cukup stabil pada periode 27-30 April," ungkap Ardha Ranadireksa peneliti Charta Politika Indonesia.
"Sedangkan elektabilitas Anies ada kecenderungan menurun pada dua kali survei telepon yang kami lakukan," lanjutnya.***

Share this article
Menurut Anies Baswedan sejak Pemilihan Kepala Daerah di Jakarta, berbagai lembaga survei hingga saat ini belum pernah memenangkannya.