News

Berikan Pidato Politik di Acara Milad PKS ke-21, Anies Baswedan Berharap Bangsa Indonesia Tidak Mengalami ini

Oleh: Karseno AJ Minggu 21 Mei 2023, 13:54 WIB
Anies Baswedan

AYOJAKARTA.COM - Calon presiden dari koalisi perubahan dan persatuan Anies Baswedan kembali bertemu dengan sejumlah petinggi partai pengusungnya.

Pertemuan Anies Baswedan berlangsung dalam puncak Milad ke-21 Partai Keadilan Sejahtera atau PKS yang diselenggarakan di Senayan, Jakarta.

Selain Anies Baswedan, acara tersebut juga dihadiri mantan wakil presiden Jusuf Kalla serta petinggi dari Partai NasDem dan Partai Demokrat.

Baca Juga: Anies Baswedan Bicara Soal Bakal Cawapresnya: Bisa Saja Perempuan

Dalam kegiatan yang diselenggarakan pada tanggal 20 Mei 2023 tersebut, Anies Baswedan juga sempat menyampaikan pidato.

Di hadapan para peserta Milad, Anies menyampaikan sejumlah hal menarik terkait dengan situasi kebangsaan saat ini.

Pada momentum acara milad yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Anies mengajak para peserta untuk melakukan evaluasi.

Baca Juga: Anies Baswedan Kembali Lakukan Pidato Berisi Penuh Kritik ke Pemerintah, Apa Saja?

“Momen ini di saat ulang tahun PKS bersamaan dengan momen kebangkitan nasional, mari kita tengok bangsa ini harus bisa bangkit lebih kura,” ujar Anies.

Anies menambahkan perlunya mempelajari sejarah dan mengambil pelajaran dari bangsa-bangsa lain di seluruh dunia.

Sebab selama ribuan tahun sejarah telah membuktikan adanya bangsa yang bangkit, dan ada juga yang justru hilang.

Baca Juga: Hadiri Milad PKS ke-21, Anies Baswedan Bandingkan Pencapaian Presiden Jokowi dan SBY Soal Infrastuktur Jalan

Fakta-fakta historis kebangsaan yang dimaksud Anies, juga telah tertulis dalam sebuah buku berjudul Why Nations Fail, Mengapa Negara Gagal.

“Studi ini mengumpulkan berbagai peristiwa, mengambil hikmah apa yang harus kita perhatikan supaya terus bangki kedepan,” imbuh Anies.

Sejalan dengan substansi dalam buku tersebut, Anies menjelaskan tentang unsur-unsur yang menjadi penyebab kegagalan sebuah negara.

Baca Juga: Tak Pernah Menang Dalam Lembaga Survei, Anies Baswedan Beri Komentar: Ini Menurut Aspirasi Masyarakat Atau?  

Institusi politik dan institusi ekonomi merupakan hal penting yang akan menjadi kunci keberhasilan ataupun kegagalan suatu negara.

“Ketika institusi politik, institusi ekonomi bersifat memeras, maka pelan-pelan negaranya akan turun,” tambah Anies.

Pada situasi semacam ini, institusi politik akan memiliki kecenderungan untuk membatasi dan menitik beratkan permasalahan kepada satu kelompok tertentu.

Baca Juga: Anies Baswedan Tetap Pede Meski Elektabilitas Stagnan: Kalau Disurvei Nomor 3, Buat Apa Saya Dijegal?

Sehingga dampak dari situasi semacam ini memungkinkan seseorang yang berbeda pandangan mengalami keterasingan.

“Negara dengan institusi politik yang memeras, sering tidak mengindahkan etika, aturan hukum, bahkan peraturan bisa ditekuk-tekuk,” tambah Anies.

Lebih lanjut, Anies berharap tanda-tanda politik yang bersifat memeras tidak ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca Juga: Bukan Ke Mall atau Pantai, Ternyata Ini Tempat Healing Andalan Anies Baswedan, Mana ya?

“Mudah-mudahan tanda-tanda seperti ini tidak di negeri kita,” ujar Anies di hadapan peserta milad PKS.

Sebaliknya, jika kedua institusi tersebut bersifat inklusif dan memberi kesempatan merata maka negara akan mengalami kebangkitan.

Demikian pidato Anies Baswedan yang dikutip Ayojakarta pada Minggu, 21 Mei 2023 dari kanal Youtube tvOneNews.   ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris