AYOJAKARTA.COM - Usai pemecatan Achiruddin Hasibuan, Direktur Ekseskutif Lemkapi Edi Saputra Hasibuan menyebut Jenderal Listyo Sigit Prabowo adalah Kapolri paling galak.
Selain karena memberhentikan Achiruddin Hasibuan, sebelumnya Kapolri juga telah menindak dengan sangat tegas Ferdy Sambo dan Teddy Minahasa Putra.
Menurut Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia tersebut, PTDH terhadap Achiruddin Hasibuan dan petinggi lainnya adalah komitmen pada kata-kata.
Sebagaimana diketahui publik, pada 27 Oktober tahun 2021 silam Jenderal Listyo Sigit Prabowo berjanji akan “Memotong” kepala pimpinan yang gagal membina anggotanya.
AKBP Achiruddin Hasibuan, sebagaimana diketahui publik belum lama ini mendapatkan status diberhentikan tidak dengan hormat oleh Polda Sumut.
Hal tersebut bermula dari viralnya unggahan video yang berisi rekaman perkelahian antara Aditya Hasibuan, putranya dengan seorang mahasiswa bernama Ken Admiral.
Baca Juga: Terungkap! AKBP Achiruddin Hasibuan Berkali-kali Langgar Kode Etik, Kapolda Sumut Ungkap Hal Ini
Bukan melerai, Achiruddin justru membiarkan dan diberitakan melakukan intimidasi dengan menggunakan senapan laras panjang.
Bahkan, pada tahun 2017 silam Achiruddin dikabarkan pernah melakukan penganiayaan terhadap juru parkir bernama Najirman (64) di restoran steak di Jalan Adam Malik.
Peristiwa bermula ketika mantan Kasat Narkoba menolak untuk diarahkan parkir di tempat yang telah ditentukan Juru Parkir.
Baca Juga: Terseret Kasus Gudang BBM Ilegal, Segini Uang yang Diterima AKBP Achiruddin Hasibuan
Achiruddin tidak peduli, dan tetap memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang diperuntukkan untuk roda dua.
Karena merasa tidak dihormati, Achiruddin kemudian menganiaya Najirman di depan cucunya yang ketika itu berusia 14 tahun.
Najirman kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Propam Polda Sumatera Utara, namun laporan tersebut tidak diproses.
Adanya sejumlah kasus yang melibatkan oknum anggota petinggi Polri dan penanganan yang serius, menurut Edi layak membuat Listyo Sigit sebagai Kapolri tergalak.
“Dalam sejarah Kapolri, dialah Jenderal Listyo Sigit Prabowo paling banyak tindak anggota, membersihkan benalu di Internal Polri,” ungkap Edi.
Terkait dengan adanya ungkapan Direktur Eksekutif Lemkapi tersebut, sejumlah warganet kemudian memberi beragam tanggapan.
Baca Juga: Pasca Di PTDH, AKBP Achiruddin Hasibuan Hanya Berkomentar: Udalah Cukup Ku Rasakan Sendiri Aja!
Menurut warganet pemilik akun @*didi_id, ketegasan Kapolri dalam menindak oknum perwira bermasalah hukum layak menjadikannya sebagai Hoegeng Kedua.
Namun hal berbeda disampaikan oleh warganet @*uchamad_fachr*, terkait pernyataan yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lemkapi.
“Kasus Ferdy Sambo itu pertama kali diungkap oleh Mahfud MD yang curiga dengan skenario awal,” tulisnya dalam kolom komentar.
Lebih lanjut, warganet tersebut juga memaparkan bahwa keberhasilan Kapolri kurang relevan, karena untuk kasus Achiruddin Hasibuan yang mengungkap justru warganet.
Demikian seperti dikutip Ayojakarta pada Minggu, 7 Mei 2023 dari akun instagram @pinterpolitik. ***