News

77 Tahun Berdiri, Tupperware Terancam Bangkrut! 3 Alasan Ini Jadi Pemicu

Oleh: Awit Wiarni Kamis 13 Apr 2023, 14:38 WIB
Tupperware terancam bangkrut

AYOJAKARTA.COM Tupperware yang dinilai sebagai kasta tertinggi peralatan dapur berbahan plastik kini terancam bangkrut.

Padahal Tupperware merupakan brand yang sangat terkenal dan digandrungi terutama oleh ibu-ibu, karena kualitasnya yang memang sudah tidak perlu diragukan lagi.

Bahkan untuk menggambarkan kecintaan ibu-ibu kepada Tupperware, banyak jokes yang anggota keluarga yang ketakutan jika sampai menghilangkan peralatan dapur bermerk Tupperware seperti tempat makan ataupun tempat minum.

Baca Juga: Cara Agar Suplesi atau Top Up KUR BRI 2023 Diterima, Ternyata Cukup Lakukan 3 Hal Ini, Apa Saja?

Tupperware merupakan barang impor dari Amerika yang sudah berdiri selama 77 tahun. Perusahaan ini didirikan oleh Leominster dan massachusetts.

Dilansir AyoJakarta.com dari akun Instagram @finfolkmoney (13/4/2023), Tupperware kini tengah mengalami krisis finansial yang membawanya ke posisi yang hampir bangkrut.

Ada 3 masalah pokok Tupperware yang membuatnya terancam bangkrut, yaitu :

Baca Juga: GEGER! Anak Indigo Miyan Kembali Ramal Jawa Barat-Jakarta Siaga Gempa 7,6 M, Daerah Ini Harus Waspada

Saham anjlok

Tupperware sudah merencanakan untuk melakukan PHK kepada pegawainya karena mengalami kerugian yang mencapai hingga 90%.

Kerugian secara terus-menerus ini membuat Tupperware merasa berat untuk terus mempertahankan perusahaannya seperti semula. Karena angka kerugiannya tidak main-main dan terbilang sangat tinggi.

Baca Juga: Mari Amalkan! Buya Yahya Ungkap Amalan Rasulullah di Akhir Ramadan

Penjualan anjlok

Anjloknya saham Tupperware berdampak kepada penjualan produknya yang otomatis juga ikut mengalami penurunan drastis.

Tupperware saat ini merasa kesulitan untuk bersaing dengan produk lainnya dan tidak mampu untuk menarik konsumen-konsumen muda.

“Perusahaan ini dulunya adalah pusat inovasi untuk peralatan dapur, tapi sekarang keunggulannya hilang,” kata Analis Ritel dan Direktur Pelaksana Global Data Retail Neil Saunders.

Kini Tupperware kesulitan untuk mengumpulkan pemasukan dan tidak memiliki kapasitas yang besar dengan jumlah aset yang tidak seberapa.

Saham Tupperware turun hingga 50% pada Senin (10/4/2023), padahal untuk 1 tahun terakhir sahamnya sudah turun sebanyak 90%.

Baca Juga: Tanggapan Anas Urbaningrum Setelah Publik Pertanyakan Janjinya Digantung di Monas: Saya yang Tahu!

Dana operasional tinggi

Karena kerugiannya yang amat besar, Tupperware kesulitan untuk membayarkan biaya operasional yang tinggi.

Bahkan pihak New York Stock Exchange sudah memperingatkan untuk menghapus nama Tupperware dari saham karena tidak memberikan laporan tahunan wajib.

Pihak Tupperware sudah mencari solusi dengan mencari suntikan modal dengan menggandeng penasihat keuangan.

Baca Juga: Masih Ingat Janji Gantung Anas di Monas Jika Korupsi? Ini Klarifikasinya!

Tupperware juga sudah mempertimbangkan opsi perampingan atau PHK dan meninjau bisnis real estate perusahaan.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Irma Joanita