AYOJAKARTA.COM - Jelang Hari Raya Idul Fitri seluruh perusahaan dipastikan wajib membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada karyawannya, begitu pula yang seharusnya dilakukan perusahaan besar Kapal Api.
Sayangnya tidak begitu bagi perusahaan besar yang memproduksi Kapal Api, Permen Relaxa, dan Biskuit yang kini dikabarkan telah tutup.
Penutupan perusahaan tersebut akhirnya berimbas kepada karyawannya yang harus di PHK tanpa diberi pesangon maupun THR.
Hal itu akibat dampak penutupan permanen pabrik PT. Agel Langgeng di Beji Pasuruan karena dianggap tidak menguntungkan.
Seluruh karyawan PT. Agel Langgeng harus mengalami PHK tanpa diberi pesangon dan THR.
Akibatnya seluruh karyawan melakukan aksi demo di rumah bos besarnya Soedomo Mergonoto (Tek Fei), di Jalan Dharmahusada Indah Surabaya.
Namun alih-alih melayani, justru rumah Tek Fei terlihat dijaga ketak oleh puluhan anggota kepolisian.
Video rumah Tek Fei yang dijaga ketat oleh puluhan anggota kepolisian itu pun ramai beredar di media sosial salah satunya akun @undercover.id yang dilansir Ayojakarta.com, Senin (10/4).
Dari video tersebut, nampak mobil-mobil besar milik polisi berjejer disekitar komplek rumah Tek Fei.
Puluhan bahkan ratusan polisi pun nampak terlihat berbaris rapi menjaga keamanan rumah Tek Fei tersebut.
"Semua karyawannya di PHK, lalu demo di rumah Tek Fei, minta pesangon dan THR. Nasib karyawan memprihatinkan, eh yang dapat angpao malah........" Tulis caption akun tersebut.
Sontak unggahan itupun mendapat berbagai respon dari para warganet.
Warganet akhirnya mempertanyakan bagaimana Integritas para polisi tersebut.
Baca Juga: Kuasa Hukum David: Semoga Jaksa Lakukan Banding, Sebab AG Mendapatkan Keuntungan Double
"Jadi polisi ini melayani, melindungi, dan mengayomi siapa?" tanya salah satu warganet seolah menyindir.
"Kenapa rumah bos kapan api yang dijaga? Kenapa gak ham butuh yang dijaga?" timpal warganet lain.
"Apakah bayar polisi lebih murah daripada bayar karyawan?" Sindir lainnya.
Bahkan di slide berikutnya postingan tersebut, terdapat sebuah artikel yang menceritakan perjuangan salah satu butuh PT Agel Langgeng yang bahkan hingga meninggal dunia demi mendapatkan haknya.***