AYOJAKARTA.COM-- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) disebut menjadi biang kerok atas batalnya Piala Dunia U-20 di Indonesia pada tahun ini.
Praduga itu muncul setelah ada suara penolakan yang digaungkan oleh kader PDIP atas keikutsertaan timnas sepakbola Israel di ajang Piala Dunia U-20.
Namun, sekarang PDIP justru menyesalkan keputusan Federasi Sepak Bola Dunia FIFA atas batalnya Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 tersebut.
Baca Juga: Sambil Menangis, Dody Prawiranegara Bacakan Nota Pembelaannya: Saya Tidak Mampu Handel Rasa Takut!
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto akhirnya ikut angkat bicara terkait penolakan Timnas Israel untuk mengikuti ajang Piala Dunia tersebut.
"Ya kita bersedih batal jadi tuan rumah sama dengan yang disampaikan oleh Bapak Presiden kami juga sangat menyesalkan hal itu terlebih bagi kami sudah melakukan pendekatan sejak tahun lalu," kata Hasto Kristiyanto, dikutip dari kanal YouTube Kompas Tv, Rabu (5/4/2023).
"Ketika melihat hadirnya Israel pasti akan punya potensi penolakan karena berdasarkan survei pada 2022 sentimen negatif penolakan terhadap Israel itu ada 67%, dan kemudian kan kami melihat bukti yang sangat otentik Bagaimana Gelora Bung Karno yang membanggakan kita semua itu ada karena sikap menolak terhadap Israel," Sambungnya.
Hasto Kristiyanto pun lantas meluruskan bahwa Partai PDIP tidak pernah menolak adanya ajang Piala Dunia U-20 itu digelar di Indonesia.
ia menyebut bahwa PDIP sangat mendukung adanya pagelaran Internasional ada dan diadakan di Indonesia.
"Jadi yang harus diluruskan PDIP tidak pernah menolak U-20, bahkan demi cintanya terhadap event Internasional tersebut ulang tahun PDIP yang kelima puluh saja yang seharusnya kita rayakan di tempat yang bersejarah kami mengalah kami adakan di kemayoran," ujar Hasto.
Menurut Hasto, ketimbang disebut menolak Piala Dunia U-20, PDI Perjuangan sangat tegas dalam menyikapi masalah diskriminasi dan penjajahan Israel terhadap Palestina yang hingga kini masih terus berlangsung.
"Pemerintah Israel sayap kanan Israel yang kemudian mengambil suatu sikap yang sangat keras terhadap Palestina, rumah sakit saja dibom. Olahraga juga tidak diperbolehkan dengan intimidasi oleh Israel," papar Hasto.***