AYOJAKARTA.COM--Eks pegawai Ditjen Pajak Rafael Alun Trisambodo jadi sorotan setelah menyimpan uang tunai dalam jumlah yang sangat fantastis, di sebuah brankas sewaan atau biasanya dikenal sebagai safe deposit box (SDB).
Tak tanggung-tanggung nominalnya capai sebesar Rp 37 miliar. SDB ini tersimpan aman di sebuah bank plat merah.
Penemuan simpanan uang Rafael di SDB tersebut terungkap setelah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan penelusuran transaksi keuangan yang dinilai janggal milik mantan PNS eselon III Ditjen Pajak ini. Penelusuran menyasar 40 rekening yang sudah diblokir dengan jumlah Rp 500 miliar.
Menanggapi temuan safe deposit box, Rafael mengatakan bahwa istri dan anak-anaknya tidak tahu dengan uang simpanan sebesar Rp 37 miliar yang sudah diblokir PPATK.
Baca Juga: Buka-bukaan! Harta Melimpah Rafael Alun Ternyata Warisan Orang Tua, Bukan Korupsi?
Hal tersebut dilakukan Rafael karena ia tidak ingin anak dan istrinya bersikap tak wajar karena memiliki harta yang lebih. Ia juga menjaga hal-hal yang tidak diinginkan terkait SDB yang dimilikinya.
"Saya memang menanamkan pemahaman kepada istri dan anak-anak saya, kita nggak punya uang. Jadi jangan sampai kalau mereka tahu, saya punya uang nanti, keinginannya macam-macam kan gitu. Saya jaga itu, dan ini sebetulnya sudah saya laporkan di SPT PPH orang pribadi saya di tahun 2011," kata Rafael.
Selain itu Rafael juga mengaku bahwa uang di SDB yang disimpannya itu merupakan hasil penjualan aset-aset pribadinya yang ditukarkan dalam bentuk mata uang asing.
"Dimana saya menjual aset-aset saya, ada 4 aset saya jual, saya tukar dengan valuta asing dan saya mencairkan reksadana saya tukarkan kembali dalam bentuk valuta asing dan saya simpan di safety box tersebut," jelas Rafael.
Rafael juga mengklaim bahwa uang yang disimpan di SDB itu berupa uang cash, tetapi dengan bentuk valuta asing.
"Bentuknya cash dalam mata uang valuta asing, " kata Rafael secara blak-blakan.
Menurutnya, penambahan uang tersebut dipengaruhi oleh kurs bank atau bagaimana nya ia juga tidak tahu berapa jumlahnya.
"Nah mungkin meningkatnya nilai karena berubahnya kurs atau apa bagaimana menghitungnya. Saya juga enggak tahu, " jelasnya lebih lanjut.
Rafael juga mengungkapkan bahwa ia sangat jarang melihat SDB nya di bank. Adapun pernyataan Mahfud MD tentang dirinya bolak-balik ke bank itu bisa di cek melalui CCTV.
Tak hanya sampai disitu saja, ia juga mengaku bahwa memang benar ia pergi ke bank tempat penyimpanan SDB untuk melihat apakah rekening memang sudah diblokir.
"Saya nggak tahu, karena saya jarang datang ke sana. Jadi yang disampaikan yang terhormat bapak Mahfud MD tersebut, saya bolak-balik kan bisa dilihat dari CCTV, betul nggak saya bolak-balik. Saya datang hari senin, ketika saya sudah mendengar bahwa rekening saya sudah diblokir. Saya mau cek apakah benar SDB saya, " ungkap Rafael yang dikutip ayojakarta.com di kanal youtube Metro TV, Senin (3/4/2023).
Selanjutnya Rafael menjelaskan kalau isu yang beredar tentang dirinya yang menyembunyikan SDB tersebut tidaklah benar. Kalaupun itu terjadi pasti pake nama orang lain.
"Kalau saya ingin menyembunyikan, tentunya saya tidak menggunakan tempat penyimpanan itu dengan nama saya. SDB itu sudah ada sejak tahun 2007 dengan menggunakan nama saya sendiri, " jelasnya dengan tegas.