AYOJAKARTA.COM - Aksi pelecehan terhadap anak kini kembali terjadi.
Bocah berusia delapan tahun di Jambi diketahui mengalami trauma berat usai dilecehkan oleh tetangganya.
Akibat pelecehan itu, kini sang korban takut keluar rumah dan bertemu orang lain yang tidak dikenal.
Baca Juga: Pelecehan Seksual Kembali Jadi Alasan Lakukan Kejahatan, Kuasa Hukum David Tunjukkan Bukti Menarik!
Korban juga mengaku tidak mau masuk sekolah lagi, bahkan selalu menangis.
Adapun aksi pencabulan ini diketahui orang tua korban saat anaknya diejek oleh rekannya sedang merokok.
Merasa curiga dengan perilaku sang anak, orang tua korban menanyakan kepada anaknya.
Dihadapan orang tuanya itu, korban mengaku telah dilecehkan oleh tetangganya berinisial T.
Mendengar pengakuan itu, orang tua korban pun lantas tidak terima.
Orang tua korban akhirnya melaporkan kejadian ini ke kepolisian untuk ditindak lanjuti dan menangkap pelaku.
Baca Juga: Waduh! Merasa Gemas Driver Ojol Beri Bogem Pelaku Pelecehan Seksual, Warganet: Bintang 5 Bang!
"Kebetulan pelaku ini nggak jauh dari rumah saya, dia suka bermain juga dan untuk kejadiannya itu dilanggar dekat rumah saya juga," kata SR ibu korban, dikutip dari kanal YouTube Kompas TV, Senin (20/3/2023).
Semula orang tua korban merasa tidak curiga dengan perilaku pelaku yang telah mencabuli anaknya.
Ia mengaku bahwa dalam keseharian nya sang anak dan pelaku memang kerap diketahui bermain bersama dan tampak akrab.
"Jadi kalau kita lihat dari hari-harinya tuh tentu kita tidak curiga ya, karena mereka sudah memang bermain seperti biasa gitu loh. Saya kaget sendiri begitu anak saya mengaku seperti itu," imbuhnya.
Adapun pelaku berinisial T masih berusia 18 tahun. Sementara itu, orang tua korban kini diketahui telah melaporkan pelaku pencabulan T ke Polresta Jambi.
Diketahui laporan itu bernomor : STPL/188/II/2023/Polresta Jambi/Jambi.
Baca Juga: Ramai Tudingan Pelecehan kepada AG, Rekan Ayah David Alto Bongkar Hasil Digital Forensik, Begini...
Dengan adanya laporan tersebut pihak orang tua korban berharap polisi segera mengusut perkara.
Selain itu, pihak keluarga korban mengaku tidak mau berdamai dengan sang pelaku atas perbuatan yang dilakukan terhadap anaknya.***