AYOJAKARTA.COM -- Sempat menjadi idaman ketika menjadi jubir KPK, persepsi publik tentang Febri Diansyah kemudian berbalik.
Keputusan Febri Diansyah membela Putri Candrawati yang sempat mendapat banyak cibiran, seperti tidak dihiraukan.
Berbekal kepercayaan diri serta sikap profesionalisme sebagai advokat, Febri Diansyah memilih untuk tidak berhenti melangkah.
Akibat keputusannya yang dinilai publik lebih condong ke kubu Ferdy Sambo, Febri Diansyah mulai semakin sering menjadi sasaran tembak netizen.
Febri Diansyah di rujak netizen
Hal tersebut dapat dengan mudah dilihat pada unggahan-unggahan di akun jejaring sosial pribadinya seperti twitter maupun facebook.
Di beranda akun twitter milik Febri Diansyah, kalimat-kalimat bernada sinisme seringkali terlihat di deretan kolom komentar.
Saat mengunggah dan memberikan sudut pandang tentang sebuah isu yang relevan dengan situasi terkini, netizen langsung mengomentarinya dengan sindiran.
Sindiran maupun kritik pedas netizen tentu saja masih berkutat pada peran Febri sebagai kuasa hukum kubu Ferdy Sambo.
Seperti dalam unggahan di akun twitter @febridiansyah pada 7 Maret 2023 lalu yang menyoal peran publik dalam memberikan laporan kepada KPK.
“Terus gimana caranya masyarakat bisa berpartisipasi ngasih tahu ke KPK kalau ada harta pejabat yang tidak dilaporkan?” tulis Febri.
Unggahan Febri Diansyah kemudian ditanggapi segelintir netizen dengan mempertanyakan perannya sewaktu masih bertugas di KPK.
“Inilah bodohnya manusia, dulu kan lu jubir diem aja, semua orang udah tahu lu itu apa, be quit then!” tulis pemilik akun @*eni*ein.
Selain komentar solutif, ada juga warganet yang mempertanyakan kenapa Febri tidak berkicau sebagaimana ia berkicau sekarang ini.
Bukan hanya di twitter Febri mendapat komentar pedas warganet, hal yang sama juga terjadi di akun facebook Febri Diansyah.
Dalam lini masa di akun facebook Febri yang diunggah pada 8 Januari 2022 silam, Febri juga sempat menerima komentar liar netizen.
Unggahan foto Febri berisi pengalaman saat pulang ke kampung halamannya di Sarilamak, Limapuluh Kota justru diserang netizen.
“Katanya terkonfirmasi ada pelecehan seksual, terkonfirmasi gundulmu,” tulis akun facebook @Uda *iam**
Warganet seperti tidak peduli dengan keterlibatan Febri sebagai kuasa hukum dalam kasus tewasnya Brigadir J yang terjadi pada 8 Juli 2022.
“Bapak keok di pengadilan karena mengikuti rekayasa kebohongan si Sambo CS,” tambah pemilik akun @*oenk.
Melihat bagian kolom komentar bisa ditulis sesuatu, warganet segera berlomba-lomba untuk menambah daftar komentar.
“Peliharaan Sambo keluar,” tulis akun @*oeng *gie seperti dikutip AyoJakarta dari halaman FB Febri Diansyah pada Kamis, 9 Maret 2023.***(Karseno AJ)

Share this article
Akibat keputusannya yang dinilai publik lebih condong ke kubu Ferdy Sambo, Febri Diansyah mulai semakin sering jadi sasaran tembak netizen