AYOJAKARTA.COM – Narapidana Richard Eliezer yang saat ini ditahan di Rutan Bareskrim Cabang Salemba, mengungkap sosok penting yang menuntunnya berkata jujur dan mengakui kesalahannya dalam persidangan kasus pembunuhan Yosua.
Awalnya Richard Eliezer menutupi fakta dengan berkata tidak jujur dan mengikuti skenario palsu yang dibuat oleh Ferdy Sambo sebagai atasannya.
Namun hal tersebut mengusik Richard Eliezer dan bertentangan dengan hati nuraninya hingga pada akhirnya ia memberanikan diri berkata jujur dan membuka fakta yang sebenarnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV (10/3/2023), Richard tidak menyangka jika pengakuannya akan mendapat banyak dukungan dari publik.
“Tidak menyangka juga banyak orang yang mendukung saya dan saya betul-betul sangat bersyukur karena pertama saya tidak disudutkan dan ternyata di luar sana banyak orang yang mensupport saya untuk berkata jujur,” kata Richard.
Menurut pengakuannya, pada waktu itu ia merasa bersalah dan meminta maaf kepada orang tuanya. Namun orang tua Richard justru bangga ketika ia berani mengatakan yang sebenarnya.
Keputusan Richard untuk berkata jujur tidaklah mudah karena ia harus menentang dan melawan Ferdy Sambo di jalur hukum.
Ferdy Sambo saat itu memiliki pangkat sebagai Kadiv Propam Polri, seorang Jenderal bintang dua sedangkan Richard sendiri berstatus sebagai seorang Bharada yang merupakan pangkat rendah di kepolisian.
Ketimpangan jabatan, kuasa, dan kekayaan inilah yang kemudian membuat perlawanan Richard kepada Ferdy Sambo dinilai berat.
Gejolak batin antara berkata jujur dan menuruti perintah Ferdy Sambo tak bisa dihindari Richard rasakan dalam proses hukum pembunuhan Yosua.
Namun ada suatu momen yang membuat Richard akhirnya secara mantap menguak fakta di persidangan dan mengakui kesalahannya sudah terlibat dalam tewasnya Yosua.
Baca Juga: Mengejutkan! 134 Pegawai Pajak Punya Saham di 280 Perusahaan, Begini Penjelasan KPK
Momen tersebut adalah ketika ia diberi kesempatan untuk menelepon mamanya, Rynecke Alma Pudihang, Richard sendiri sudah berada di tahanan sewaktu itu.
Richard Eliezer tidak kuasa membendung air matanya saat berkomunikasi dengan mamanya. Ia teringat pesan dari kedua orang tuanya yang selalu meminta Richard agar berkata jujur.
Terlebih lagi Richard dibayang-bayangi perasaan yang tidak tenang ketika menutupi kebenaran. Ia merasa lega ketika akhirnya berani berkata jujur. Richard meyakini bahwa Tuhan pasti akan menolongnya agar bisa keluar dari masalah yang sedang ia hadapi.
“Saya pasrahkan hidup saya dan masalah saya kepada Tuhan. Saya yakin kalau saya berkata jujur, Tuhan pasti tolong,” kata Richard.
Baca Juga: Muncul ke Publik, Richard Eliezer Ungkap Gejolak Batin Saat Dipaksa Ikut Skenario
Keberanian Richard ini mendapat apresiasi dari Kapolres Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan menilai Richard sebagai maskot keberanian untuk berkata jujur.
“(Richard Eliezer) selama ini selalu menjadi perhatian dan dukungan publik sehingga pada saat dia kemudian dinyatakan bersalah karena dia juga jelas-jelas ikut menembak namun di sisi lain dia juga dianggap sebagai maskot terhadap keberanian menyampaikan kejujuran,” ujar Jenderal Listyo.***