AYOJAKARTA.COM –- Ahli Psikologi Forensik yakni Reza Indragiri Amriel menilai bahwa sikap dari tersangka penganiayaan terhadap David yakni Mario Dandy Satrio dipengaruhi banyak faktor yang salah satunya adalah pola asuh yang tidak tepat.
Menurut Reza Indragiri bahwa pola asuh yang tidak tepat ini mengakibatkan sedikitnya mempengaruhi tindakan yang tidak baik, salah satunya adalah menyebabkan adanya penganiayaan yang dilakukan oleh Mario Dandy terhadap David.
Dikutip AyoJakarta.com dari laman resmi @republika.co.id bahwa selain itu Reza Indragiri menilai pengasuhan pemanjaan secara berlebihan juga bisa menimbulkan risiko pada anak serta memunculkan rasa brutal.
Baca Juga: Terungkap! IPK Mario Dandy Saat Kuliah Bikin Geleng Kepala, Netizen Auto Hujat: Otaknya Kosong!
“Masih muda, pengasuhan pemanjaan secara berlebihan, bisa dipandang sebagai kondisi yang memunculkan faktor risiko pada yang bersangkutan. Jadi wajar kalau dia brutal seperti itu,” tutur Reza Indragiri pada Senin 27 Februari 2023.
Dalam hal pola asuh anak, bahwa Reza Indragiri juga mengungkapkan ada hal yang bisa ditakar salah satunya risk assessment tingkat kemandirian, baik dari segi kemandirian finansial maupun segi sosial.
“Semakin seseorang tidak mandiri maka semakin tinggi risiko perilaku kekerasannya. Ini yang publik sangkut pautkan dengan gaya hidup mewahnya,” imbuh Reza Indragiri.
Selanjutnya bahwa peneliti dari ASA Indonesia Institut juga menjelaskan beberapa hal yang berakibat dari pola asuh yang tidak tepat, salah satunya mempengaruhi gaya hidup Mario Dandy yang gemar pamer atau Flexing.
Diketahui bahwa Mario Dandy sering memperlihatkan dan memposting di banyak media sosial dirinya yang sedang mengendarai motor moge dengan gaya freestyle-nya.
Bahkan di waktu ketika Mario Dandy melakukan penganiayaan terhadap David, dirinya diketahui mengendarai mobil Jeep Rubicon.
Dari situlah menurut Reza Indragiri menilai bahwa kendaraan mewah yang digunakan pelaku mendorong rasa percaya diri, lebih macho, chauvinistik dan mendorong menurunkan pemikiran tentang konsekuensi perbuatannya.
Hal lain, Reza Indragiri juga menilai ketika sang pelaku, Mario Dandy ini melakukan penganiayaan pada saat itu membawa mobil mewah, bukan hanya mendorong rasa percaya diri, kelihatan macho saja, namun lebih seperti pelaku itu merasa seperti membawa senjata.
“Senjata membuat pemiliknya menjadi impulsif. Boleh jadi itu pula sensasi yang bersangkutan selaku pengguna mobil mewah,” terang Reza Indragiri.
Baca Juga: Rafael Alun Trisambodo Kena Getahnya, Mahfud MD Minta Usut Harta Kekayaan Ayah Mario Dandy
Dari hal tersebut, Reza Indragiri menambahkan bahwa hal itu menyebabkan seseorang terlihat memiliki kekuatan meski belum mandiri secara sosial dan finansial, namun lebih-lebih belum memiliki kematangan secara emosional, kognitif dan berpikir.
“Pengasuhan yang tidak tepat, manja yang berlebihan terlebih aksi pamer kemewahan akan bisa melukai masyarakat banyak. Saya mengusulkan Dandy tidak hanya dihukum badan tapi ada hukuman sosial untuk memperbaiki psikologinya,” imbuh Reza Indragiri.
Dan selanjutnya bahwa Reza Indragiri juga mengingatkan kepada pihak hukum yang menangani perkara ini tidak ada batasan-batasan ataupun rasa takut karena melihat latar belakang dari orangtua pelaku maupun korban.
"Di sisi lain, saya tidak melihat pelakunya siapa dan korban itu anaknya siapa. semata-mata supaya saya, lebih-lebih aparat penegak hukum tidak bisa melihat peristiwa seperti ini," pungkas Reza Indragiri.***(Imam Safangat)