AYOJAKARTA.COM – Meningkatnya dukungan bagi terdakwa Richard Eliezer, membuat kuasa hukum Kamaruddin Simanjuntak menuai dampak.
Kuasa hukum keluarga mendiang Brigadir Yosua, Kamaruddin Simanjuntak mengaku dirinya banyak mendapat protes dari ribuan emak-emak.
“Kenapa Nenek-nenek tukang bohong dilindungi jaksa, sedangkan Bharada Richard yang jujur tidak dihargai,” terang Kamaruddin Simanjuntak.
Kamaruddin menjelaskan bahwa momentum terbaik bagi bangsa Indonesia melakukan perubahan di bidang hukum, adalah saat ini.
Kamaruddin menilai agar presiden menunjukkan wibawanya, dengan melakukan pergantian pada penegak hukum yang kurang mewakili kehendak rakyat.
“Kalau para penegak hukum tidak mendukung rakyat, mereka akan mendukung siapa?” tanya Kamaruddin dalam sebuah dialog siniar.
Lebih lanjut, Kamaruddin mengingatkan bahwa presiden dipilih oleh rakyat sehingga perlu terus bersinergi dengan rakyat.
“Jadi kalau presiden saja tanpa rakyat, nggak ada gunanya, demikian sebaliknya, ada simbiosis mutualisme,” tambah Kamaruddin.
Para penegak hukum yang menangani kasus Brigadir Yosua, menurut Kamaruddin perlu mempertimbangkan apa yang saat ini dikehendaki rakyat.
Dan saat ini rakyat sedang berjuang untuk melihat indikasi tegaknya keadilan melalui pemutusan hukuman atau vonis yang diterima para terdakwa.
Besarnya perhatian masyarakat sejak Juli 2021 hingga Februari 2023 yang tetap concern dengan perkembangan kasus, menunjukkan antusiasme publik yang besar.
Sehubungan dengan besarnya antusiasme publik dengan kasus tewasnya Brigadir Joshua, Kamaruddin kembali memberi tanggapan.
“Karena yang dibunuh ini adalah Joshua, mengandung makna yang berasal dari kata dasar Yeshua Mesias yang berarti pemimpin estafet, pemimpin masa depan,” jelasnya.
Kamaruddin menarik benang merah, bahwa yang terjadi saat ini dengan ajaran Al-Kitab merupakan suatu kesamaan gambaran.
Dimana kemudian Yosua meninggal, sementara Eliezer yang hidup justru terpaksa menanggung rugi akibat pilihannya pada kejujuran.
“Penggambaran kembali bahwa hidup jujur itu tidak selalu menguntungkan di dunia,” imbuh Kamaruddin Simanjuntak.
Baca Juga: Mengejutkan! Minum Es secara Rutin Lebih Berbahaya dari Merokok, Faktanya Begini...
Selain itu Kamaruddin menjelaskan bahwa pada akhirnya orang jujur akan lebih merasakan kedamaian dan ketentraman serta bermuara abadi di dalam surga.
Berbeda halnya dengan orang-orang fasik yang akan merasakan kebahagiaan dunia, hidup mulia dengan harta dan kehormatan maya, tapi suatu saat akan binasa.
“Orang-orang fasik ini adalah orang-orang yang, kalau di Indonesia, yang menerima mafia judi online, narkoba, mafia prostitusi dan minuman keras,” pungkas Kamaruddin.***