AYOJAKARTA.COM - Mantan Hakim Asep Iwan Iriawan buka suara soal kegentingan yang diungkapkan jika memang adanya gerilya gerakan bawah tanah Ferdy Sambo dan Komisi Yudisial akan berikan pengamanan bagi hakim.
Menurut mantan hakim Asep Iwan Iriawan, kegentingan tersebut sebenarnya tidak akan ditampakkan, karena menurutnya tim pihak Ferdy Sambo merupakan pemain-pemain hebat.
Bahkan Asep Iwan Iriawan tak segan menyebut tim Ferdy Sambo dengan sebutan tim ‘borokokok’.
“Kegentingan tidak akan ditampakan, ini kan pemain-pemain hebat semua, ini kelasnya kalau orang Bandung bilang kelasnya borokokok ini kan semua,” ujar Asep seperti dilansir Ayojakarta.com dari kanal YouTube Metro TV.
Menurut Asep, sekelas tim Ferdy Sambo pergerakan yang dilakukan akan sebanding dengan jumlah nominal yang diterima.
“Jadi kelasnya betul-betul yang mainnya bukan main kelereng, ini mainnya bukan transparan, tapi mainnya transferan gitu kan,” ungkap Asep.
Baca Juga: Mengejutkan! Martin Simanjuntak Ungkap Bocoran Buku Hitam Ferdy Sambo, Ada Informasi Apa?
Asep juga mengatakan bahwa dia sudah bisa membaca arah kasus ini akan kemana.
“Jadi kalau misal Miko (KY) mengatakan itu pengadilan saya sejak awal juga sudah ketahuan gitu kan bahwa mereka arahnya kemana, tuh tau udah gampang lah ini ditebak,” terangnya.
“Sebagai parameternya, modusnya gini nanti, kita pernah belajar modusnya Nurhadi kita pernah belajar modusnya Sudrajat, itu akan dilakukan modus itu dan itu gampang sekali gitu kan, sangat-sangat gampang,” tambah Asep.
Asep juga membaca wajah para kuasa hukum Ferdy Sambo yang terlihat tetap tersenyum meskipun pleidoi kliennya ditolak oleh para Jaksa pada sidang replik.
“Makanya semua senyum-senyum gitu, maka sering saya katakan dari awal, ini lawakan gitu, tapi lawakan harus kita kalahkan,” tegas Asep.
“Lawakannya kenapa? Harus berhadapan dengan mereka-mereka ya segala borokokok tadi ya yang pasti tahu duitnya gede,” ujar Asep.
Baca Juga: Ferdy Sambo Lawan Jaksa Demi Hindari Hukuman Seumur Hidup, Begini Tanggapan Pengamat Hukum Pidana
“Nih saya kasih tahu lagi indikasi, bayangkan gaji seorang bintang dua berapa si tapi bayangkan sekali lagi, dan megang duit pembantunya sekali transfer 600 juta itu sekelas yang dipegang oleh Ricky kan, 600 juta sekali transfer,” kata mantan hakim yang kini menjadi Pakar Hukum Pidana ini.
“Apalagi kalau transferan ke ya yang nyangkut-nyangkut nyawanya lho dia, ancamannya mati, mana ada jualan mati. Nah itu juga dia akan berusaha, itu yang akan dilakukan yang terkecil gitu kan, apalagi yang gede,” tambahnya.
“Nganter jenazah aja dengan jetnya khusus kan, nah apalagi ini untuk kepentingan pribadinya. Ya sekali lagi, indikasi-indikasi udah terbaca jadi saya udah tahu lah sejak awal arahnya kemana, apa yang dilakukan,” terangnya lagi.***