AYOJAKARTA.COM-- Indonesia merupakan negara yang secara geografis terletak di posisi yang sangat rawan terhadap bencana, salah satunya karena adanya sesar aktif yang tersebar di berbagai wilayah inonesia.
Sesak aktif bisa sewaktu-waktu bergerak dan menimbulkan gempa bumi, hal ini cukup membahayakan karena hingga kini belum ada teknologi yang bisa memprediksi adanya gempa.
Maka dari itu masyarakat Indonesia wajib tahu persebaran sesar aktif agar bisa melakukan mitigasi bencana gempa bumi.
Baca Juga: 12 Desa Ditetapkan Sebagai Zona Terlarang Akibat Sesar Cugenang, BMKG Larang Hal Berikut!
Berikut adalah sesar aktif yang terletak di berbagai wilayah di Indonesia :
Sumatera
· Sesar Semangko : sesar mendatar sepanjang 1.900 km dari sisi barat Pulau Sumatera
· Sesar Mentawai : sesar naik memenjang di Kepulauan Mentawai dari utara ke selatan
Baca Juga: 7 Alternatif Pemanfaatan Lahan di 4 Kecamatan Zona Terlarang Sesar Cugenang: RTH hingga Wisata!
Jawa
· Sesar Cimandiri : sesar geser yang membentang dari Pelabuhan Ratu hingga Subang
· Sesar Lembang : sesar naik sepanjang 29 km yang membentang dari Gunung Batu Lembang hingga Padalarang
· Sesar Opak : sesar naik yang membentang dari dataran tinggi wonosari hingga Yogyakarta
· Sesar Cugenang : merupakan sesar baru yang ditemukan setelah gempa di Cianjur terjadi
· Sesar Kambing : sesar naik yang melalui Pulau Kambing
Sulawesi
· Sesar Palu Koro : sesar mendatar yang membelah Pulau Sulawesi dari Teluk Palu hingga Lembah Bone
Papua
· Sesar Ransiki : sesar mendatar yang terbentuk akibat benturan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik
Itulah beberapa sesar aktif yang ada di Indonesia dan perlu diwaspadai. Bagi masyarakat yang huniannya berada di dekat wilayah tersebut maka dianjurkan untuk memiliki bangunan yang bisa tahan terhadap goncangan gempa.
Serta perlu adanya pengetahuan mengenai mitigasi bencana yang disosialisasikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika.
“Ada dua aspek kalau misalnya kita bicara tentang ketahanan bencana. Ada dua aspek yang perlu kita garis bawahi di sini, pertama adalah kondisi infrastruktur di mana bencana itu terjadi,” kata Sulfikar Amir sebagai Sosiologi Bencana.
“Kedua adalah kondisi sosial kita bicara tentang mitigasi bencana apa yang perlu dilakukan,” tambahnya, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews.***