News

Waspada! 8 Sesar Aktif Ini Kelilingi Indonesia, Rawan Sebabkan Gempa Bumi hingga Tsunami, Wilayah Mana Saja?

Oleh: Dyah Arum Ratri Senin 16 Jan 2023, 20:56 WIB
BMKG Petakan Jalur Sesar Aktif di Wilayah Jawa Barat, Salah Satu Sesar jadi Gempa Bumi Perusak di Tahun 2022

AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini beberapa wilayah Indonesia sedang kerap diguncang gempa.

Mulai dari wilayah Indonesia bagian Barat hingga wilayah Indonesia bagian timur.

Berbicara tentang gempa yang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia sendiri memang fenomena alam yang sudah diprediksi sejak lama.

Baca Juga: Terbongkar! JPU Sebut Putri Candrawathi Sengaja Ganti Pakaian Seksi untuk Memuluskan Skenario Pelecehan

Pasalnya geografis kepulauan Indonesia sendiri terletak dalam wilayah rings of fire atau cincin api.

Selain itu Indonesia juga dilalui banyak jalur patahan lempeng bumi, hal tersebutlah yang kemudian menyebabkan Indonesia rawan gempa dan juga tsunami.

Gempa bumi yang kerap terjadi di Indonesia juga dikaitkan dengan adanya aktivitas seismik dari sesar aktif.

Baca Juga: Heboh Wulan Guritno 'Open BO', Netizen +62 Bereaksi

Seperti gempa bumi yang mengguncang Cianjur baru-baru ini, BMKG menuturkan jika gempa tersebut terjadi karena disebabkan aktivitas seismik dari Sesar Cugenang.

Namun ternyata dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada (24/11/22), BMKG menuturkan jika wilayah Indonesia banyak dilewati oleh berbagai macam sesar aktif.

Sesar aktif apa sajakah yang membentang di beberapa wilayah Indonesia tersebut? Berikut penjelasan BMKG.

Baca Juga: Terdakwa Kuat Maruf dan Ricky Rizal Dituntut 8 Tahun Hukuman Penjara, Ayah Mendiang Brigadir J Angkat Suara

1.Sesar Semangko

Sesar mendatar ini diketahui sepanjang 1.900 km. Sesar Semangko membentang dari sisi barat Pulau Sumatera.

2.Sesar Mentawai

Sesar Mentawai adalah sesar naik memanjang. Sesar ini terletak di Kepulauan Mentawai dan membentang dari sisi utara ke selatan dengan panjang lebih lebih dari 1000 km.

Baca Juga: 5 Peristiwa Penting yang Terjadi di Bulan Rajab, Perjalanan Nabi Muhammad Hijrah hingga Adanya Perang Tabuk

3.Sesar Cimandiri

Sesar Cimandiri ini awalnya diduga menjadi penyebab gempa di Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

Sesar ini letaknya membentang dari Pelabuhan Ratu hingga Subang.

4.Sesar Lembang

Sesar Lembang merupakan sesar naik sepanjang 20 km. Sesar Lembang letaknya membentang dari wilayah gunung Batu Lembang hingga Padalarang.

Baca Juga: Geger! Terbukti Selingkuh Dengan Menantu, Ibu Norma Risma Diusir Dari Rumah Oleh Warga, Cek Faktanya Di Sini

5.Sesar Opak

Sesar Opak merupakan sesar naik yang membentang dari dataran tinggi Wonosari hingga Yogyakarta.

6.Sesar Kambing

Sesar Kambing juga merupakan sesar naik yang melalui wilayah Pulau Kambing.

Baca Juga: Siap-siap Untuk Para ARMY, Jimin Dikabarkan Debut Solo Februari Mendatang!

7. Sesar Palu Koro

Sesar Palu Koro adalah jenis sesar mendatar yang membelah Pulau Sulawesi, tepatnya dari Teluk Palu hingga Lembah Bone.

8.Sesar Palu Koro

Sesar Palu Koro yang kedua ini juga mendatar. Sesar ini terbentuk akibat benturan lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik.

Tentu saja keberadaan sesar aktif yang membentang di berbagai wilayah tersebut semakin memperjelas jika Kepulauan Indonesia sangat rawan bencana alam.

Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Tak Terima Yosua Disebut Selingkuh dengan Putri Candrawathi: Tunangannya Lebih Cantik!

Maka dari itu Sulfikar Amir selaku Sosiolog Bencana menuturkan jika letak Indonesia yang sangat rawan bencana tersebut menjadikan landasan penting untuk mitigasi bencana.

“Situasi Indonesia situasi yang penuh marabahaya, Indonesia terletak di posisi yang sangat rawan bencana baik tektonik, vulkanik, dan berbagai bentuk marabahaya dari alam,” ujar Sulfikar.

Baca Juga: Sebut Tak Masuk Akal PC Selingkuh dengan Brigadir Yosua, Warganet Ini Kena Skakmat: Inget Menantu vs Mertua!

“Menjadi landasan kita untuk mengambil keputusan dan menentukan proses pembangunan dimana-mana. Kita bicara ketahanan bencana dalam 2 aspek, ketahanan infrastruktur dan ketahanan sosial,” imbuh Sulfikar.

Lebih lanjut ia menuturkan, “Dua hal ini sebenarnya adalah faktor yang sangat penting karena kalau kita menghitung contoh dari setiap bencana atau setiap goncangan ada dua faktor yang kita lihat.”***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Dian Naren