News

Martin Simanjuntak Heran Soal Tangisan Putri Candrawathi: Takut Dihukum Mati Atau Depresi?

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 13 Jan 2023, 18:06 WIB
Keheranan Martin Simanjuntak Soal Tangisan Putri Candrawathi: Takut Dihukum Mati Atau Depresi?

AYOJAKARTA.COM – Kuasa hukum keluarga Brigadir Yoshua yakni Martin Simanjuntak ikut menanggapi tangisan Putri Candrawathi.

Seperti yang diketahui, Putri Candrawathi menjalani sidang pemeriksaan terdakwa pada Rabu (11/1/2023).

Dalam persidangan, tampak Putri Candrawathi tak bisa membendung kesedihannya kala menceritakan pelecehan seksual yang dialaminya.

Baca Juga: Tangani Kasus Venna Melinda, Hotman Paris Sindir Pelaku KDRT dan Beri Pesan Menohok untuk Para Laki-Laki!

Martin Simanjuntak pun memberikan tanggapan dengan mengaitkan tangisan Putri Candrawathi dengan suatu keahlian.

Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube KompasTV, Martin menjelaskan kaitan tangisan Putri dengan keahlian Navy Seal Amerika yang ia baca dari beberapa buku.

Dijelaskan oleh Martin, Navy Seal Amerika menggunakan kekuatan pikiran untuk mengalahkan kekuatan tubuh.

Seperti misalnya yang tadinya hanya bisa bernafas dua hingga tiga menit bisa sampai 5 menit, atau yang tadinya kedinginan atau kepanasan bisa tidak lagi merasa kedinginan atau kepanasan.

Baca Juga: Ultimatum Pengakuan Putri Candrawathi Soal 'Dibanting' 3 Kali Oleh Brigadir J, Kuasa Hukum:Emang Dia Langsing?

Menurutnya, keahlian tersebut tidak hanya dikuasai oleh Navy Seal saja.

“Hal tersebut tidak hanya dikuasai oleh Navy Seal, ada beberapa orang yang pintar yang memiliki reputasi tinggi, kekayaan yang tinggi, yang juga memiliki keahlian tersebut. Sayangnya keahlian tersebut tuh terkadang bisa digunakan secara negatif,” jelasnya.

“Apabila kita sangkutkan dengan posisinya bu Putri saat ini yang didakwa dengan pasal 340 dengan ancaman hukuman mati maka menurut saya lumrah-lumrah saja apabila upaya terakhir yang dilakukan itu harus sedemikian rupa,” tambahnya.

Kemudian, Martin mengaku jika dirinya tidak tahu sebenarnya apa yang membuat Putri menangis di persidangan, mungkinkan karena takut hukuman mati atau depresi.

Baca Juga: Akting Ferdy Sambo-Putri Candrawathi dalam Sidang Dibongkar Habis Pakar, Temukan 2 Taktik Berikut, Apa Saja?

Akan tetapi jikalau Putri menangis karena depresi, Martin justru merasa aneh.

Martin mengacu pada penjelasan salah satu ART Putri yang mengatakan jika Putri masih bisa sarapan bersama dengan Ferdy Sambo.

“Di tanggal 9 Juli dimana yang bersangkutan mengatakan pasca kejadian katanya hanya bisa menangis dan di kamar ternyata faktanya tidak. Di tanggal 9 Juli itu menurut kesaksian ART yang tidak hadir di persidangan dan hanya dibacakan BAP saja kalau tidak salah, bahwa Putri itu masih bisa sarapan bareng sama Ferdy Sambo dan juga pasca sarapan mengajarkan ART tersebut untuk bekerja,” ungkapnya.

Martin menilai jika hal tersebut menandakan ketidakonsistenan dengan apa yang disampaikan didepan persidangan.

Baca Juga: 2 Permasalahan Hukum Besar Menanti Ferdy Sambo setelah Kasus Brigadir J Berakhir, Ahli Ingatkan Jaga Stamina

Terlebih, Martin menyinggung jika Putri baru mulai depresi sejak pihaknya datang melaporkan mereka dengan delik pembunuhan berencana.

“Belum lagi mereka masih makan bersama dengan para ajudan, belum lagi mereka masih haha hihi didepan persidangan, dan baru depresi itu semenjak kami datang tanggal 18 Juli melaporkan mereka ini dengan delik pembunuhan berencana,” ucapnya.

“Disitu lah mulai terguncang dan disitu lah mereka mulai menemui dewan pers untuk menshutdown atau menutup mulut seluruh media dimana mereka mendalilkan bahwa bu Putri ini diperkosa. Seharusnya siapa yang mendalilkan berani membuktikan, bukan menutup akses dari pemberitaan,” sambungnya.

Meski begitu, Martin tidak menyangkal bahwa Putri benar-benar menangis saat di persidangan.

Baca Juga: Pengakuan 'Dosa' Pemerintah: Jokowi Akui 12 Pelanggaran HAM Berat Telah Terjadi Di Masa Lalu, Ini Daftarnya!

Akan tetapi ia masih tidak mengerti apa yang menjadi penyebab Putri menangis saat itu.

“Air matanya ada, betul, saya tidak menafikan. Itu memang ada air mata. Namun alasannya kenapa menangis? Nah ini yang menurut saya paradoks gitu ya, apakah karena memang keahlian manipulatif atau memang membayangkan hal yang lain?” tuturnya.

“Apakah membayangkan timah panas bersarang di jantung gitu kan walaupun saya sebenarnya tidak sepaham juga dengan cara-cara seperti itu dalam pemidanaan. Nah kalau saya sih lebih curiga dua-duanya itu,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Vincensia Enggar Larasati