AYOJAKARTA.COM--Drama terdakwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo masih terus jadi sorotan publik.
Seperti yang diketahui, pasutri ini ditetapkan sebagai terdakwa atas kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.
Namun keduanya dinilai terus saja berkelit dalam setiap persidangan, pasalnya kedua terdakwa yang merupakan pasangan suami istri ini terancam pasal 340 pembunuhan berencana.
Baca Juga: Daftar 4 Kampus Terbaik di Jawa Barat, Calon Mahasiswa Baru Wajib Tahu!
Mungkin sebab itulah, baik Ferdy Sambo maupun Putri Candrawathi terus saja mempertahankan skenario dalam persidangan dengan tujuan bisa lolos dari pasal 340.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @jamgadangtv pada (12/1/22), menampilkan potongan video dari Tv One News dimana Ahli Mikro Ekspresi, Kirdi Putra buka suara terkait skenario dari terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang tak kunjung usai.
Kirdi Putra selaku Pakar Mikro Ekspresi tersebut menyebut jika terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi kompak berkelit dan menyembunyikan sesuatu dalam setiap persidangan.
Kirdi Putra juga menuturkan jika kedua terdakwa tersebut paling terlihat berkelit dengan menggunakan Teknik pola kalimat untuk menyembunyikan sesuatu.
“Ada 2 hal utama nih kita bicara tentang pola kalimat yang digunakan oleh Putri maupun Sambo,” ujar Kirdi Putra dalam acara Apa Kabar Malam di Tv One.
Lantas apa saja 2 hal yang dilakukan oleh terdakwa Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi untuk terus menutupi fakta yang mereka sembunyikan? Berikut penjelasannya.
Baca Juga: Jakarta Akan Terapkan Jalan Berbayar Non Tol? Cek Jadwal, Lokasi, dan Tarif di Sini!
1.Failed to answer
“Pertama adalah dia failed to answer, yang satu itu adalah ketika ditanya beberapa kali terlihat sangat jelas bahwa Putri itu menjawab dengan kalimat lengkap yang sebetulnya tidak perlu kalimat lengkap itu disampaikan,” jelas Kirdi Putra.
“Ketika seseorang yang spontan dan memang itu terjadi, saya berani dan langsung memberikan sebuah statement ya atau tidak,” imbuhnya.
Namun menurut Kirdi Putra hal ini tidak terjadi pada terdakwa Putri Candrawathi maupun Ferdy Sambo.
Kirdi menyebut jika kedua terdakwa tersebut jelas menutupi sesuatu dengan taktik distancing language.
“Biasanya kalau kita bicara orang yang sedang menutupi sesuatu dia membutuhkan waktu agak panjang untuk berpikir sehingga ia akan menggunakan kalimat lebih panjang dan dia akan menjauhkan dirinya dari posisi dia berbohong dengan cara panjang tadi, distancing language,” jelas Kirdi.
“Salah satu penanda indikator bahwa seseorang menyembunyikan sesuatu di situ,” ungkapnya.
2.Menjawab langsung pada kesimpulan
Taktik kedua yang berhasil diungkap oleh Kirdi Putra dari terdakwa Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo adalah cara keduanya menjawab dalam persidangan yang terkesan berbelit-belit.
“Kedua dilakukan oleh Putri maupun Sambo yaitu apa, begitu ada sebuah pertanyaan langsung menjawab ke ujung seolah-olah menunjukkan bahwa dengan apa ya istilahnya dengan ke gentleman-an dia bahwa dia mengambil kesalahan padahal bukan itu yang jawaban diharapkan,” jelas Pakar Mikro Ekspresi tersebut.
“Sama halnya dengan Putri, saat ditanya dia justru terdiam segala macam kan bukan itu sebetulnya pertanyaannya, jadi kegagalan dalam menjawab ini berkali-kali dan terjadi diantara mereka,” jelas Kirdi Putra.
Kedua Teknik tersebut membuat Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terlihat jelas menyembunyikan sesuatu.
“Dan ini adalah sebuah teknik yang sangat biasa digunakan orang ketika mereka menyembunyikan sesuatu, ada sesuatu yang harusnya bisa digali lebih jauh,” tutur Kirdi.

Share this article
Kirdi Putra menuturkan kedua terdakwa tersebut paling terlihat berkelit dengan menggunakan Teknik pola kalimat untuk menyembunyikan sesuatu