AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian Brigadir J yang menyeret nama Kadiv Propam Ferdy Sambo dan sejumlah perwira polisi pada 8 Juli 2022.
Membuat publik bertanya-tanya mengenai latar belakang atau peristiwa yang menjadi motif sesungguhnya di balik tewasnya Brigadir J.
Pertanyaan tersebut mulai hinggap ketika kuasa hukum Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyinggung tentang bisnis ilegal sejumlah oknum polisi.
Baca Juga: Gampang! BPOM Kasih Cara Mudah Cek Obat Sirup yang Aman dan Tidak Aman
“Kita hitung sajalah harta-harta jenderal itu, dari mana mereka bisa hidup sangat hedon?” tanya Kamaruddin mencoba mengajak publik untuk berpikir.
Berdasarkan pernyataan tersebut, publik kemudian mengamati antara fasilitas dan gaya hidup dengan gaji bulanan yang didapatkan Ferdy Sambo.
Ketika penelusuran masyarakat yang ingin mencari jawaban mengenai daftar harta kekayaan Ferdy Sambo sebagai pejabat negara menemui jalan buntu.
Ditambah dengan dugaan adanya aliran dana dengan nilai mencapai hampir 100 triliun di rekening atas nama Brigadir J.
Membuat kecurigaan publik terhadap muatan pernyataan Kamaruddin Simanjuntak tentang adanya bisnis hitam di tubuh kepolisian, adalah suatu fakta.
Terkait saldo gendut di rekening mendiang Brigadir J, salah satu mantan petinggi Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan memberi pernyataan.
“Salah satu pola kejahatan pencucian uang, adalah dengan menyamarkan menggunakan nama orang lain,” ujar Novel.
Mantan petinggi KPK tersebut juga menjelaskan bahwa upaya tersebut dilakukan untuk menyembunyikan asal usul uang.
Kecurigaan publik terhadap dugaan adanya praktik pencucian uang juga diperkuat dengan hasil investigasi yang dilakukan oleh Jurnalis Aiman Witjaksono.
“Wartawan yang jeli, adalah wartawan yang bukan hanya dia dilihat oleh publik, tetapi juga memberi manfaat bagi publik,” terang Aiman.
Baca Juga: PN Jaksel Akhirnya Buka Suara Tentang Video Viral Diduga Hakim Wahyu: Tak Ada Kebocoran!
Hal tersebut diungkapkan olehnya sewaktu berada di sebuah acara siniar bersama Uya Kuya, terkait gelembung uang di rekening Brigadir J.
Lebih jauh Aiman juga mencermati tentang sejumlah variabel yang berhubungan dengan tewasnya Brigadir J.
Jurnalis yang sudah hengkang dari salah satu media terbesar di Indonesia itu juga menjelaskan tentang aspek lain dalam kasus yang menyeret Kadiv Propam.
“Jangan-jangan pembunuhan ini bukan karena pelecehan, tetapi karena uang!” ujar Aiman seraya mempertegas bahwa ia masih berspekulasi.
Pada kesempatan tersebut, Aiman secara khusus menjelaskan bahwa dirinya tertarik dengan korelasi antara adanya konsorsium dengan saldo rekening Brigadir J.
“Karena bicara soal konsorsium, ada 155 triliun omset per tahun, kalau ada dugaan kongkalikong kita ambil 30 persennya, maka uang 100 triliun bukanlah uang besar,”
Selain menyinggung soal sumber dana yang datangnya dari konsorsium, dalam kesempatan tersebut, Aiman menekankan bahwa yang ia bicarakan adalah oknum. ***