AYOJAKARTA.COM - Pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung belum lama ini turut buka suara soal hebohnya prediksi BRIN terkait cuaca ektrem di Jakarta.
Diketahui, prediksi BRIN terkait kondisi cuaca di Jakarta itu berbeda dengan BMKG.
Sebelumnya, Anggota Komisi VII DPR Mulyanto mengatakan bahwa BRIN tidak punya wewenang untuk mengumumkan prediksi cuaca.
Baca Juga: Sengketa dengan Rocky Gerung, PT Sentul City Punya Dua HGB
"Sepengetahuan saya BRIN tidak memiliki kewenangan tersebut. Terutama mengumumkannya ke publik secara luas," kata Mulyanto dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV.
Bahkan, Mulyanto mengecam penyebaran informasi cuaca dari BRIN yang dilakukan secara pribadi dari salah satu anggotanya.
Di sisi lain, Rocky Gerung memberi sindiran menohok terkait prediksi BRIN tersebut.
Baca Juga: Rocky Gerung Ceramah di Maulid Nabi Muhammad: Begini Komen Fahri Hamzah dan Hasan Nasbi
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official, ia mengaku kaget dengan prediksi yang disampaikan BRIN.
"Ini BRIN, inikan dia nyebar hoaks justru. Dia mesti ditangkap. Coba orang lain yang nyebar, itupun melalui Twitter," ucap Rocky.
Lebih lanjut, ia menjelaskan terkait apa tugas dari BRIN.
Baca Juga: Rocky Gerung Ceramah di Acara Maulid Nabi: Banyak Mengupas Al Quran dan Mengagumi Muhammad
Menurutnya, BRIN sebagai lembaga riset memiliki tugas untuk mengatur kebijakan riset nasional, bukan mengumumkan keadaan.
Bahkan, sindir Rocky Gerung, jika BRIN melakukan hal itu BMKG lebih baik dibubarkan.
"Kalau begitu BMKG dibubarin aja tuh. Tinggal dipilih yang mana mau dibubarin. BMKG atau BRIN. Ini juga ada semacam norak gitu atau semacam mau pamer, ‘kita lagi riset gitu’. Tapi fungsi BRIN itu bukan untuk memberitakan bahaya. Itu bahaya ada di BMKG di bidang di bidang mitigasi juga tuh fungsi BMKG. Sekali lagi BRIN dari awal enggak ada kerjaan. Satu-satunya kerjaan yang berhasil adalah bikin hoaks nasional," tuturnya.
Baca Juga: Soal Tragedi Kanjuruhan Malang, Rocky Gerung Kritik Presiden dan PSSI
Dengan kebiasaan ini, kata Rocky, justru membuat BRIN tidak dipercaya lagi.
"BRIN risetnya apa kok gagal bikin prediksi padahal sudah heboh betul tuh," katanya.
"Semua pebisnis juga tiba-tiba mungkin berhenti untuk menerima order karena tiba-tiba ada gejala badai itu. Jadi ada kepanikan awal yang disebabkan oleh kedunguan dari BRIN," tambah Rocky Gerung.
Bahkan, prediksi BRIN ini juga turut mengundang Presiden Jokowi untuk buka suara.
Dalam hal ini, Jokowi menegaskan kepada masyarakat agar mengikuti semua informasi yang bersumber dari BMKG.
“Ikuti semua informasi dan ikuti semua yang disampaikan oleh BMKG,” kata Presiden Joko Widodo.
Sebelumnya, seorang peneliti BRIN dengan akun @EYulihastin pada Selasa (27/12/2022) menuliskan "Potensi Banjir Besar Jabodetabek Siapapun anda yg tinggal di Jabodetabek dan khususnya Tangerang atau Banten, mohon bersiap dengan hujan ekstrem dan badai dahsyat pada 28 Desember 2022."
Yulihastin juga menjelaskan perihal badai dahsyat tersebut akan berpindah ke darat karena dua hal.
"Yang pertama dari arah barat melalui angin baratan yang membawa hujan badai dari laut (westerly burst) dan dari utara melalui angin permukaan yg kuat (northerly, CENS)," tulis @EYulihastin.
Yulihastin kemudian juga menerangkan wilayah mana yang akan menjadi pusat serangan badai tersebut.
"Maka Banten dan Jakarta-Bekasi akan menjadi lokasi sentral tempat serangan badai tersebut dimulai sejak siang hingga malam hari pada 28 Desember 2022," cuit @EYulihastin.
Terkiat cuitan tersebut, BMKG memberikan klarifikasi melalui akun Twitternya @infoBMKG.
Baca Juga: BBM Naik, Rocky Gerung Kritik Pemerintah: BLT Itu Semacam Oksigen setelah Orangnya Dicekek
"Tersiar kabar akan terjadi badai dahsyat di Jabodetabek pada 28 Desember 2022. Atas hal itu BMKG merujuk dari berbagai parameter fenomena alam tersebut memiliki peluang yang cukup kecil untuk terjadi. Jadi jangan panik, namun tetap waspada," cuit akun @infoBMKG.
Selain cuitan tersebut BMKG pun memberikan prakiraan bahwa potensi hujan yang terjadi lebat hingga sangat lebat akan terjadi pada 30 Desember 2022.***