AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi merupakan bencana yang sangat akrab dengan masyarakat di Indonesia.
Para ahli pun telah menyampaikan penyebab dari gempa bumi yang melanda di beberapa wilayah.
Selain itu zona-zona yang dianggap sebagai daerah dengan potensi adanya gempa besar atau megathrust telah dipetakan oleh para ahli.
Baca Juga: Tahun 2023: Beli Elpiji alias Gas 3 Kg Tabung Melon Pakai KTP, Beli Rokok Gak Bisa Ngeteng
Dikutip AyoJakarta.com dari akun YouTube kompas.com (4/11/2022) seorang peneliti dari BMKG dan juga peneliti postdoctoral di Universitas Cambridge Pepen Supendi menerangkan mengenai potensi gempa besar dan tsunami di pesisir selatan laut Jawa.
Pepen menerangkan bahwa daerah di selatan Jawa bagian Barat dan tenggara Sumatera berpotensi mengalami gempa bumi 8,9 SR.
Ia pun menambahkan dalam video tersebut jika dilihat dalam pemodelan gempa bumi tersebut dapat mengakibatkan tsunami dengan 34 meter.
"Hasil penelitian kami tentang potensi gempa dan tsunami akibat gempa bumi megathrust di selatan Jawa (bagian) barat dan tenggara Sumatera baru saja diterbitkan di Jurnal Natural Hazardz," ungkap Pepen dikutip dari akun YouTube Kompas.com.
Pepen menerangkan bahwa zona gempa yang berada di selatan laut Jawa dan Sumatera bagian tenggara terpantau sangat aktif.
Hal ini diakibatkan pertemuan lempeng Indo-Australia dan subduksi di bawah lempeng Sunda.
Peristiwa ini lah yang kemudian dikhawatirkannya akan menimbulkan bahaya gempa bagi masyarakat sekitar.
Meski telah dapat diprediksi mengenai keaktifan gempa tersebut, Pepen menjelaskan bahwa kemungkinan terjadinya gempa dan frekuensi peristiwa masih belum dipahami dengan baik.
Namun mengacu pada pengukuran GPS dapat dipastikan bahwa zona yang telah disebutkan merupakan sumber potensi gempa.
Pepen kemudian menjelaskan bahwa gempa dimasa depan dapat berpotensi memiliki kekuatan hingga 8,9 SR.
Selain potensi gempa besar kemudian dilakukan pemodelan tsunami dengan dua skenario yaitu berdasarkan prakiraan celah seismisitas dan keberadaan sesar belakang.
Berdasarkan hal tersebut, Pepen menyebutkan bahwa ketinggian tsunami bisa mencapai 34 meter.
Baca Juga: Waduh! Bansos PKH akan Dihapus Pada 2023? Cek Deretan Bansos yang Akan Dicoret Tahun Depan
Lebih tepatnya Pepen memberikan prediksinya mengenai lokasi yang akan terkena potensi tsunami yaitu sepanjang pantai barat Sumatera dan selatan Jawa dekat semenanjung Ujung Kulon.
Beberapa hal yang disampaikan oleh Pepen tersebut melengkapi kajian sebelumnya yang ditulis oleh Sri Widiyantoro dan tim di Jurnal Nature tahun 2020.
Dalam laporan tersebut diterangkan bahwa celah seismik yang memanjang di selatan Jawa bagian barat bisa pecah saat gempa.
Yang menjadi kekhawatiran adalah jika segmen di selatan Jawa bagian barat terlepas maka berpotensi gempa dengan skala 8,9 M dengan periode berulang 400 tahun.
Selain itu untuk periode ulang yang sama segmen di Jawa Timur bisa memicu gempa 8,8M.
Namun hal yang paling menakutkan adalah jika keduanya lepas secara bersamaan, maka akan terjadi gempa dengan kekuatan 9,1 M atau setara dengan gempa yang melanda Tanah Rencong pada tahun 2004.***