AYOJAKARTA.COM – Sidang kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J semakin mendekati babak akhir.
Seperti yang diketahui kasus ini begitu menyita perhatian masyarakat beberapa bulan terakhir.
Begitu banyak polemik dan teka-teki yang masih terus berusaha dipecahkan dalam kasus besar ini.
Salah satunya adalah sikap dari Richard Eliezer yang tidak berusaha melawan saat diperintah oleh Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Atas hal tersebut Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel memberikan penjelasaan saat dirinya dihadirkan sebagai saksi ahli dalam persidangan yang digelar Senin, 26/12/2022.
Saksi Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel mengacu pada teori seorang ilmuwan bernama Stanley Milgram.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @wita_blot pada (26/12/2022), berdasarkan teori Stanley Milgram tersebut Reza Indragiri Amriel menjelaskan ada 5 unsur yang kemungkinan besar membuat Richard Eliezer tidak bisa menolak saat diperintah oleh Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
“Ada unsur lain yang barangkali ini akan membantu majelis dan memahami seberapa jauh temuan Milgram ini relevan dalam situasi interaksi antara Richard Eliezer dengan Ferdy Sambo,” jelas Reza Indragiri Amriel.
Lantas apa saja 5 unsur yang membuat Richard Eliezer tidak bisa menolak perintah Ferdy Sambo tersebut? Berikut penjelasannya.
1. Profil pemberi perintah
Reza Indragiri Amriel menjelaskan jika profil seseorang yang memberi perintah (Ferdy Sambo) sangat mungkin mempengaruhi tingkat kepatuhan penerima perintah (Richard Eliezer).
“Pertama, kepatuhan seseorang untuk melakukan perbuatan jahat dan buruk ditentukan oleh siapa pemberi intruksi itu, apakah sosok itu punya otoritas atau tidak,” ujar Reza Indragiri Amriel.
2. Pakaian yang dikenakan oleh pemberi perintah (Ferdy Sambo)
“Kedua berdasarkan temuan Milgran, kepatuhan seseorang terhadap perintah atau intruksi yang diberikan kepadanya ditentukan pula oleh busana apa yang dipakai oleh si pemberi perintah dan kostum sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan,” jelas pakar Psikologi Forensik tersebut.
3. Situasi lingkungan
Unsur ketiga yang membuat Richard Eliezer tidak mampu menolak perintah Ferdy Sambo adalah lingkungan atau lokasi saat dirinya diberi perintah tersebut.
“Apakah perintah tersebut diberikan dilingkungan yang otoritatif atau tidak. Tingkat kepatuhan lebih tinggi di lokasi yang otoritatis,” jelas pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel.
Baca Juga: Ketentuan Terbaru TMII Jadi Pusat Perayaan Tahun Baru 2023, Harga Tiket dan Reservasi Mudah di Sini!
4. Berada dalam satu ruangan yang sama
Ketika pemberi perintah (Ferdy Sambo) dan penerima perintah (Richard Eliezer) berada dalam satu lokasi yang sama, maka akan menimbulkan tingkat kepatuhan yang lebih tinggi.
“Apakah si pemberi perintah berada di ruangan yang sama dengan pihak yang diberi perintah. Milgram menyimpulkan ketika perintah disampaikan oleh pemberi perintah, dan pemberi perintah berada di ruangan yang sama dengan si penerima perintah maka tingkat kepatuhan menjadi lebih tinggi,” ujar Reza Indragiri selaku saksi ahli Psikologi Forensik.
5. Cara penyampaian perintah
“Kelima tergantung pada lisan, penyampaian verbal, intruksi yang disampaikan oleh si pemberi perintah terhadap pihak yang menerima perintah,” jelas Reza Indragiri Amriel.
Dari kelima unsur atau faktor yang telah dijelaskan tersebut, Saksi Ahli Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel lantas menyimpullkan seperti berikut.
“Kesimpulan dari penelitian milgran tersebut ternyata manusia rentan untuk menerima perintah termasuk perintah yang salah sekalipun ,” ujarnya.