AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan terdakwa Bharada E yang digelar pada Senin, 27 Desember 2022 kemarin begitu menyita perhatian publik.
Dalam sidang lanjutan kemarin, terdakwa Bharada E diberi kesempatan untuk menghadirkan saksi ahli guna meringankan vonis hakim.
Total ada tiga saksi ahli yang dihadirkan oleh pihak terdakwa Richard Eliezer dalam sidang lanjutan kemarin.
Ketiga saksi ahli tersebut adalah Guru Besar Filsafat Moral Prof. em. Dr. Romo Frans Magnis Suseno SJ, Psikolog Klinik Dewasa Liza Marielly Djaprie, S.Psi., M.Psi., CH, dan Psikolog Forensik DR. Reza Idragiri Amriel, M. Crim.
Namun ada satu ahli yang keterangannya sangat mencuri perhatian majelis hakim.
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @wita_blot pada (26/12/2022), Saksi ahli tersebut adalah Psikolog Forensik DR. Reza Idragiri Amriel yang mengungkapkan bahwa pakaian yang dikenakan Ferdy Sambo saat mengeksekusi Brigadir J ternyata ada tujuannya.
Baca Juga: Ferdy Sambo Tuntut Richard Eliezer untuk Turut Bertanggung Jawab atas Tewasnya Yosua
Seperti yang diketahui saat Ferdy Sambo datang ke Duren Tiga untuk mengeksekusi Brigadir J, ia terlihat mengenakan seragam kepolisian lengkap.
Menurut saksi ahli Reza Idragiri Amriel hal tersebut ternyata ada kaitannya dengan perintah penembakkan yang tidak mampu ditolak oleh Richard Eliezer.
Reza Idragiri Amriel menggunakan teori penelitian dari seorang ilmuwan yang bernama Stanley Milgram.
“Milgram khusus meneliti tentang bagaimana orang bisa patuh untuk melakukan perbuatan jahat di dunia. Sebelum melakukan penelitian itu, ia terlebih dulu melakukan survey terhadap puluhan professional,” ujar Reza Indragiri Amriel.
Saksi ahli psikologi forensik tersebut kemudian menjabarkan bahwa menurut Milgram, ada 5 unsur yang bisa membuat seseorang tunduk pada perintah meskipun hal itu adalah perintah untuk melakukan kejahatan.
Dari kelima perintah tersebut salah satunya adalah pakaian yang dikenakan oleh pemberi perintah, dalam kasus ini tentu saja Ferdy Sambo.
Reza Idragiri Amriel kemudian memberikan conroh dari eksperimen yang pernah dilakukan oleh ilmuwan Stanley Milgram.
Dimana saat melakukan penelitian, Milgram memberikan perintah dengan mengenakan baju kebesarannya sebagai ilmuwan dan mengenakan baju biasa, ternyata hasilnya berbeda.
“Dalam situasi tertentu eksperimentor pemberi perintah tidak pakai kostum peneliti warna putih tapi pada situasi lain pakai kostum warna putih ternyata ada perbedaan tingkat kepatuhan bahwa para subjek wanita tersebut memiliki tingkat kepatuhan lebih tinggi ketika eksperimentor yaitu pemberi perintah mengenakan kostum sebagai peneliti,” jelas Reza Indragiri.
“Dan kostum sangat mempengaruhi tingkat kepatuhan,” imbuhnya.
Lalu jika dikaitkan dalam kasus ini, bisa terjawab kenapa Richard Eliezer tidak bisa menolak perintah dari Ferdy Sambo untuk menembak Brigadir J.
Salah satunya karena Ferdy Sambo mengenakan pakaian dinas lengkap, sehingga secara tidak langsung membuat kepatuhan terdakwa Richard Eliezer menjadi lebih tinggi.***

Share this article
Reza Indragiri ungkap alasan Ferdy Sambo pakai seragam dinas saat eksekusi Brigadir J, ada hubungannya dengan perintah ke Bharada E.