AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir Yosua terus berlanjut dengan agenda mendengarkan keterangan ahli.
Salah satu ahli yang didatangkan JPU adalah Ahli Digital Forensik dari Puslabfor Bareskrim Mabes Polri, Heri Priyanto.
Ia dihadirkan dalam persidangan untuk menampilkan video rekaman CCTV terkait peristiwa pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.
Heri Priyanto menampilkan video rekaman CCTV yang berada di Kompleks Polri Duren Tiga ketika Ferdy Sambo turun dari mobil sebelum peristiwa penembakan terhadap Brigadir J.
Baca Juga: Richard Eliezer Sebut Rekaman CCTV Lainnya Tercecer! Ahli Digital Forensik Ungkap Berjumlah 53
Rekaman CCTV mulanya memperlihatkan sebuah mobil yang tiba di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga.
Pada rekaman tersebut, Ferdy Sambo terlihat turun dari mobil.
Fokus pun tertuju pada Ferdy Sambo apakah dia memakai sarung tangan hitam atau tidak.
Karena selama ini kesaksian terdakwa Bharada E mengatakan bahwa Ferdy Sambo memakai sarung tangan hitam saat berada di dalam rumah dinas Duren Tiga.
Baca Juga: Momen Chuck Putranto Dicecar Hakim, Soal Perintah Amankan DVR CCTV di Rumah Ferdy Sambo!
Saksi ahli mengatakan rekaman CCTV kurang jelas kemungkinan karena kualitas kameranya atau karena CCTV-nya jarang dibersihkan.
“Ini blur, karena kualitas kamera pak yang lensanya mungkin jarang dibersihkan,” ujar Heri Priyanto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2022).
“Karena memang kualitasnya itu cukup rendah dan di kameranya terlihat memang ada bayangan, yang kami duga adalah kamera tersebut blur, di bagian luarnya blur,” tambah Heri Priyanto.
Pada rekaman CCTV yang diperlihatkan, ada sebuah mobil berwarna hitam berhenti di depan rumah dinas Duren Tiga pada pukul 17.07.33 WIB.
Setelah itu terlihat sosok seorang perempuan yang disinyalir adalah Putri Candrawath[i yang turun dari mobil dengan membawa sebuah tas, serta Brigadir J yang sedang memakai kaus putih.
Rekaman selanjutnya pada pukul 17.09.37 WIB ada sebuah mobil lain yang juga tiba di rumah Duren Tiga dengan diiringi motor Patwal.
Kemudian pada pukul 17.10.12 WIB, rekaman memperlihatkan Brigadir J sedang berada di halaman rumah dinas tersebut.
Rekaman terus berlanjut pada saat Ferdy Sambo turun dari mobil yang ditumpanginya.
Saat itu, Ahli Digital Forensik memperbesar tayangan untuk memfokuskan tampilan rekaman agar terlihat apakah Ferdy Sambo memakai sarung tangan atau tidak ketika turun dari mobil.
“Saya akan coba frame per frame pak,” ucap Heri Priyanto.
Namun setelah rekaman CCTV diperlihatkan belum ada kesimpulan terkait tayangan yang ditampilkan karena majelis hakim menyudahi momen penayangan.
Hakim Ketua pun mempersilahkan kepada Jaksa Penuntut Umum maupun penasihat hukum untuk bertanya.
“Silakan ada pertanyaan saudara penuntut umum? Cukup? Silakan penasihat hukum,” kata Hakim Ketua Wahyu Iman Santosa.
Penasihat hukum Ferdy Sambo pun meminta izin agar video rekaman CCTV yang diperlihatkan dipindahkan ke komputer pengadilan untuk ditampilkan lagi dalam persidangan selanjutnya.
“Kami izin saja Yang Mulia. Ini kan diputarkan dengan aplikasi, mohon izin untuk nanti dipindahkan, karena kemarin Minggu lalu juga nanti dipindahkan kepada, supaya kalau kita untuk pembuktian, kita mau lihat lagi,” ucap Rasamala Aritonang penasihat hukum Ferdy Sambo.
“Oke nanti pada pemeriksaan terdakwa atau saksi fakta yang mungkin mau dihadirkan oleh jaksa penuntut umum. Jadi mohon kepada ahli untuk memindahkan kepada di komputer pengadilan di bawah pengawasan jaksa,” kata Ketua Hakim menambahkan.
Artikel ini telah tayang di pmjnews.com dengan judul Ahli Digital Forensik Buka Rekaman CCTV Cek Sarung Tangan Ferdy Sambo.***