AYOJAKARTA.COM--- Terjadi pengiriman Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dikabarkan tercampur dengan air di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wilayah Kabupaten Tuban baru-baru ini.
SPBU Tuban mendapat kiriman BBM yang sudah tercampur dengan air di desa Sugihwaras, Jawa Timur.
Hal ini diketahui, ketika petugas SPBU melakukan sampling pada truk tangki pertamina sebelum menyalurkan stok BBM Pertalite tersebut.
Baca Juga: Harga BBM Desember 2022 Naik Lagi! Pertamax Turbo Lebih dari Rp15 Ribu
Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews (18/12/2022), bahwa kejadian ini sempat direkam oleh petugas SPBU saat melakukan sampling.
Hal itu dilakukan karena dikhawatirkan petugas akan salah melakukan tes sampling pada BBM yang dikirim depo Pertamina.
Petugas SPBU setempat kemudian melakukan percobaan ulang sampling sebanyak 3 kali untuk memastikan kualitas BBM.
Namun, tetap saja hasil sampling menunjukan bahwa kondisi BBM masih belum bagus dan tercampur dengan air.
Baca Juga: Kecelakaan Truk Pertamina Tabrak Klinik di Tasikmalaya, Angkut Pertalite 16 Ribu Liter!
Pihak SPBU Tuban terpaksa menolak dan mengembalikan kiriman BBM ke depo Pertamina.
"Melakukan Sampling lagi, sampling masih belum bagus barangnya kemudian saya bedakan dan saya kembalikan ke depo langsung" ujar Azmi Zulfikar, Supervisor SPBU Tuban.
"Tindakannya dari depo sempat konfirmasi, segera untuk dilakukan pergantian produk" sambungnya.
Petugas mengatakan beruntungnya kejadian ini belum sempat mengisi stok BBM dalam SPBU.
Baca Juga: BLT BBM Tahap II Segera Cair Bulan Ini, Khusus Jakarta Tembus 89 Persen, Simak Penjelasan Lengkapnya di Sini
"Kalau sampai masuk nanti SPBU yang disalahkan mas" ujar Azmi.
Dinyatakan BBM tercampur air lebih banyak dibandingkan dengan pertalite yakni jenis BBM yang akan disalurkan.
Hal ini membuat SPBU tutup sementara sampai mendapat kiriman BBM dalam kualitas baik dan tidak tercampur dengan apapun.
Diketahui BBM tercampur air karena intensitas hujan yang tinggi sehingga menyebabkan air masuk ke dalam tangki mobil tim Pertamina.
Baca Juga: Malang 2 Kali Diguncang Gempa Bumi Rabu Dinihari, BMKG: Gempa Susulan M 4,8 Lebih Kuat dari Gempa Pertama
Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi, menerangkan efek kandungan air pada mesin bensin bisa menggangu proses pembakaran.
"Akibat kandungan bahan bakar tercampur air yang paling utama diserang itu adalah sistem pembakaran. Efeknya cukup banyak, tarikan mesin berebet, late power, busi pincang, sampai mesin mati," ucap Anjar dikutip pada laman Otomania.
Mesin masih akan aman apabila volume air yang masuk lebih sedikit dibanding dengan bahan bakar bensinnya.
Baca Juga: 5 Tsunami Selatan Jawa Akibat Megathrust yang Pernah Tercatat Sejarah, Mana Sajakah?
Kemungkinan risiko yang bisa saja terjadi tidak akan sampai menyebabkan water hammer yang lebih berbahaya untuk mesin.
"Selama volume air lebih sedikit dari bahan bakar, contohnya seperti dari hasil kondensasi di tangki, paling hanya gejala itu saja tidak sampai menyebabkan water hammer," kata Anjar.***