AYOJAKARTA.COM--Berkembangnya informasi terkait gempa bumi dan tsunami saat ini di lingkungan masyarakat, membuat banyaknya informasi tersebut tersebar di masyarakat, khususnya warganet.
Meskipun begitu, istilah megathrust yang sedang viral menambah ilmu baru, padahal selain kegempaan dan istilah megathrust, terdapat efek zona megathrust berupa tsunami yang bahkan pernah menghantam bagian selatan dari Pulau Jawa.
Baca Juga: Heboh Misteri Uang di Rekening Brigadir Yosua Jadi Sorotan Publik, Nominalnya Fantastis!
Dikutip dari materi Peringatan Dini Tsunami di Selatan Jawa yang dibuat oleh Daryono dari BMKG, yang diunduh melalui kkp.go.id oleh ayojakarta.com pada 21 Desember 2022, berikut 5 tsunami yang pernah menghantam Pulau Jawa bagian selatan.
Sebelum membahas daftar, berikut penjelasan tentang megathrust dan 5 tsunami selatan Jawa yang tercatat dalam sejarah.
Indonesia adalah salah satu zona seismic paling aktif, dimana memiliki 295 sesar aktif dan 5 zona subduksi yaitu, Sunda, Banda, Sulawesi Utara, Laut Maluku, dan Papua Utara. Sebagai negara berjuluk "ring of fire," 46% panjang pantai Indonesia rentan terkena bencana.
Baca Juga: Pakar Hukum Kritik Sikap Nikita Mirzani yang Ngamuk di Persidangan, Sebut Hakim Bisa Menuntut!
Perlu diketahui, Indonesia diapit oleh tiga lempeng yaitu lempeng Indo Australia di sebelah selatan, Lempeng Pasifik di sebelah Timur dan Lempeng Eurasia di sebelah Utara. Pergerakan relatif ketiga lempeng tektonik tersebut mengakibatkan terjadinya gempa bumi di daerah perbatasan pertemuan antar lempeng yang selanjutnya menjadi daerah pusat sumber gempa bumi.
Kondisi pergerakan ketiga lempeng menyebabkan adanya zona saling tindih antar lempeng yang disebut dengan zona subduksi. Nama lain dari zona subduksi adalah zona megathrust.
Baca Juga: Tokoh Dunia Hiburan Tanah Air yang Tutup Usia di Tahun 2022, Inilah Rangkuman Daftarnya
Faktanya, ada 3 zona megathrust di bagian Selatan Pulau Jawa atau istilahnya Selatan Jawa, yaitu sebagai berikut. Megathrust Selat Sunda, Megathrust Jawa Barat-Tengah, dan Megathrust Jawa Timur. Ketiga zona tersebut dapat menyebabkan gempa bumi sebesar 8,7 magnitudo.
Penjelasan hubungan antara megathrust dan tsunami, dikutip dari kanal Youtube Narasi newsroom, apabila lempeng samudra dan lempeng benua bertemu atau bertabrakan terjadilah saling tindih.
Hal ini disebut subduksi. Subduksi menyimpan energi yang mana apabila mengalami perlambatan pergerakkan lempeng, dapat mengeluarkan energi besar dalam bentuk gempa bumi berskala tinggi atau megathrust.
Selain itu, juga dapat membentuk patahan, yang akhirnya akan menghasilkan gelombang tsunami.
Adapun 5 tsunami yang pernah menghantam Selatan Jawa adalah sebagai berikut.
1. Tsunami Selatan Jawa 1840
Pada 4 Januari 1840 pukul 13.15 waktu setempat terjadi gempa dengan magnitudo 7,5 dan merusak di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Tsunami dilaporkan terjadi di Pantai Pacitan.
2. Tsunami Selatan Jawa 1859
Pada 20 Oktober 1859 pukul 13.15 waktu setempat terjadi gempa dengan magnitudo 7,5 dan merusak beberapa daerah seperti di Kebumen, Purworejo, Bantul, Salatiga, Demak, Semarang, Kendal, dan Banjarnegara.
Tsunami dilaporkan terjadi di Pantai Pacitan menyebabkan beberapa orang meninggal.
3. Tsunami Selatan Jawa 1921
Tsunami tercatat pada marigram di Pelabuhan Cilacap akibat Tsunami Selatan Jawa 11 September 1921 menurut (Visser, 1922).
Tsunami yang menerjang Pelabuhan Cilacap ini disebabkan karena gempa di zona outerrise sebesar 7,5 magnitudo.
4. Tsunami Selatan Jawa 1994
Tsunami terjadi di selatan Jawa Timur pada 3 Juni 1994 akibat gempa dengan magnitudo 7,8. Faktanya, tinggi tsunami mencapai 13,9 m menelan korban jiwa 250 orang meninggal.
Pantai terdampak kerusakan ada beberapa pantai yaitu, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Malang.
5. Tsunami Selatan Jawa 2006
Tsunami terjadi di Pangandaran pada 17 Juli 2006 akibat gempa dengan magnitudo 7,7.
Tinggi tsunami mencapai 16,9 m menelan korban jiwa 668 orang meninggal dan memberikan dampak kerusakan pantai, seperti pantai Pangandaran dan Cilacap.
Faktanya, Selatan Jawa memiliki 4 jenis gempa yaitu gempa dalam (deep focus), gempa menengah dan kerak dangkal, megathrust, dan outer rise.***

Share this article
Berikut informasi terkait bencana 5 tsunami selatan jawa akibat megathrust yang pernah tercatat sejarah, mana sajakah?