News

Sesar Cugenang Sebabkan Gempa Bumi di Cianjur, Ahli Khawatir Bencana yang Datang Setelahnya

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Jumat 16 Des 2022, 17:07 WIB
Sesar Cugenang Sebabkan Gempa Bumi di Cianjur, Ahli Khawatir Bencana yang Datang Setelahnya

AYOJAKARTA.COM - Sesar Cugenang merupakan sesar yang menjadi penyebab gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Cianjur 22 November lalu.

Lokasinya yang berdekatan dengan Sesar Cimandiri membuat peneliti mengira bahwa sesar ini lah yang menjadi penyebab terjadinya gempa.

Dikutip Ayojakarta.com dari suara.com dengan judul "Mengenal Sesar Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur 21 November 2022", pada Jumat (16/12/2022) Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran persnya memberikan penjelasan mengenai sesar Cugenang tersebut.

Baca Juga: Jangan Termakan Hoax! Ini Perbedaan Gempa Megathrust dan Gempa yang Disebabkan Oleh Sesar

Ia mengatakan bahwa Sesar Cugenang tersebut merupakan sesar aktif yang belum dipetakan oleh BMKG dan ditemukan di Kecamatan Cugenang.

Sesar ini melintasi sembilan desa dan delapan desa diantaranya berada di Kecamatan Cugenang oleh karena itu disebutnya sebagai sesar Cugenang.

"Karena patahannya di wilayah Cugenang maka dinamakan Patahan Cugenang, patahan yang baru terbentuk atau ditemukan melintasi sembilan desa di dua Kecamatan dengan lintasan yang mengarah ke barat laut tenggara," papar Dwikorita Karnawati.

Baca Juga: Sesar Naik Flores Sebabkan Gempa Bumi Bali dan Beberapa Kali jadi Sumber Gempa Mematikan

Kedelapan desa itu adalah Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, Desa Benjot sedangkan Desa terakhir yaitu Desa Nagrak, berlokasi dalam wilayah Kecamatan Cianjur.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono kemudian mengimbau untuk zona berbahaya yang membentang sepanjang 8,09 kilometer persegi di wilayah sesar ini dibebaskan dari bangunan, hal ini melihat sebanyak 1.800 rumah dibangun di atasnya.

"Zona bahaya merupakan zona yang rentan mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan," kata Daryono.

Baca Juga: Sesar Baribis Aktif Didasarkan dari Alat Deteksi Gempa, Ahli: Takutnya Sedang Mengakumulasi Energi

Kapusdatin Dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari pun menyampaikan kekhawatirannya , dikutip dari akun YouTube Kompas TV pada Jumat (16/12/2022) ia mengatakan bahwa ada ancaman bencana banjir bandang yang diakibatkan oleh longsoran tanah yang membentuk bendung alam sehingga menutupi hulu sungai.

Terdapat sepuluh Bendung alam yang ditakutkan akan menghambat jalannya air sungai menuju ke hilir saat musim hujan yang diperkirakan akan terjadi di bulan Desember.

"Jadi kita sekarang mencoba memitigasi potensi banjir bandang dilokasi longsoran-longsoran di daerah hulu ini supaya kita bisa bersihkan, supaya ketika mulai puncak musim hujan di Desember, Januari, Februari ini potensi banjir bandang bisa diminimalisasi," ucap Abdul Muhari (Kapusdatin Dan Komunikasi Kebencanaan BNPB).

Untuk itu nantinya Abdul Muhari mengatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR dan juga LHK untuk membersihkan longsoran guna meminimalisir bencana banjir bandang.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Desi Kris