News

Putri Candrawathi Ungkap Brigadir J Lakukan Pelecehan Seksual, Reza Indragiri: Pelecehan Akal Sehat

Oleh: Awit Wiarni Jumat 16 Des 2022, 12:31 WIB
Putri Candrawathi Ungkap Brigadir J Lakukan Pelecehan Seksual, Reza Indragiri: Pelecehan Akal Sehat

AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo membeberkan motif pembunuhan Brigadir Yosua adalah karena adanya pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi.

Putri Candrawathi mengklaim bahwa dirinya telah diperkosa dan dibanting tiga kali oleh Yosua.

Namun pengakuan ini dinilai tidak masuk akal oleh Irma Hutabarat dan Reza Indragiri sebagai ahli psikologis forensik.

Menurut data yang didapat dari para saksi dalam persidangan, orang yang berada di TKP dugaan pemerkosaan tidak mendengarkan apapun.

Baca Juga: Ternyata Ini Makna Jawaban ‘Tidak Tau’ Putri Candrawathi Selama Sidang, Ahli Psikologi Forensik

Ini membuktikan tidak adanya perlawanan dari Putri Candrawathi.

Kemudian ada fakta lain yang menyebutkan bahwa Putri Candrawathi mengaku dirinya sedang dalam keadaan sakit pada saat itu.

Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Irma Hutabarat pada Jumat (16/12/2022), hal ini menambah keyakinan bahwa tidak ada urgensi untuk membanting Putri Candrawathi yang tidak berdaya.

“Bahwa akan terjadi kegaduhan kalau ada banting-bantingan dan pemaksaan, sementara rumah kecil, banyak orang, bukan rumah yang kosong melompong,” ujar Irma Hutabarat.

Baca Juga: Martin Simanjuntak Heran pada Pengacara Putri Candrawathi: Apa Dasar Hukum Terdakwa Dianggap Korban?

Adapun teori pelecehan seksual yang akan dilakukan oleh pelaku pasti di daerah teritorial yang dikuasainya.

“Perbuatan jahat secara seksual pasti dilakukan di daerah yang diyakini itu daerah kekuasaannya,” kata Reza Indragiri.

Hal inilah yang kemudian membuat tuduhan pelecehan seksual terhadap Yosua menjadi tidak masuk akal karena dilakukan di rumah atasannya yang mana saat itu menjabat sebagai Kadiv Propam Polri dan korban pelecehan adalah istri dari jenderal bintang dua tersebut.

“Teori ini kemudian terbantahkan kalau itu dilakukan di rumah jenderal yang atasan,” ujar Irma Hutabarat.

Baca Juga: Gaya Santuy Richard Eliezer Jawab Pertanyaan Arman Hanis, Sampai Buat Ferdy Sambo Geleng-Geleng Kepala

Tuduhan aksi pelecehan seksual dinilai sangat janggal mengingat di dalam rumah tersebut tidak hanya ada Putri Candrawathi saja tetapi ada juga ajudan-ajudan lain.

“Apa kita mau menyebut mendiang ini orang bodoh? Saya pikir terlalu sial, terlalu konyol apabila dia melakukan aksi kejahatan seksual tapi justru di daerah yang tidak dia kuasai. Di situ ada CCTV, di situ ada sekian banyak saksi,” kata Reza Indragiri.

Jika dibedah menurut teori teritorial tempat pelecehan seksual juga secara teori relasi kuasa sudah tampak bahwa tuduhan ini sulit ditangkap oleh nalar.

Reza Indragiri menganggap ini seperti cara untuk membodoh-bodohi majelis hakim.

“Seolah membodoh-bodohi nalar majelis hakim,” ujar Reza Indragiri.

Baca Juga: Putri Candrawathi Ngaku Tak Lihat Jenazah Brigadir J, Hakim: Ini di Depan Kamar Saudara!

Tidak hanya majelis hakim saja yang dikecoh menggunakan motif yang tidak masuk akal namun penonton juga dianggap seperti kera yang tidak tahu apa-apa.

“Dan juga penonton, pemirsa juga dianggap seperti kera kalau saya bilang,” ucap Irma Hutabarat.

Dari banyak fakta yang tidak bertolak belakang dengan teori-teori yang ada maka Reza Indragiri menyimpulkan bahwa ini adalah pelecehan akal sehat.

“Pelecehan seksual masih jauh ufuk, tapi yang hari ini sudah bisa kita yakini adalah pelecehan akal sehat,” kata Reza Indragiri.

Hingga saat ini majelis hakim beserta jajarannya masih mencoba mendalami kasus pembunuhan Yosua dan juga motif di balik kasus pelanggaran hukum ini.***

Reporter Awit Wiarni
Editor Fathul Amanah