AYOJAKARTA.COM – Kesaksian Putri Candrawathi dalam persidangan kasus pembunuhan Brigadir Yosua disebut penuh kejanggalan.
Dalam menyampaikan pernyataannya di persidangan, Putri Candrawathi kerap menjawab tidak tau.
Ternyata menurut Ahli Psikologi Forensik, jawaban tersebut memiliki makna atau arti khusus.
Dikutip AyoJakarta.com dari Channel Youtube metrotvnews, Ahli Psikologi Forensik, Reza Indragiri menyampaikan pendapatnya.
Baca Juga: Tolak Gaji dari Pangkat Letkol Tituler, Segini Jumlah Kekayaan Deddy Corbuzier yang Fantastis!
Dalam interview tersebut, Reza Indragiri ditanya apakah jawaban yang diungkap Putri selama persidangan menunjukkan ciri korban kekerasan seksual.
”Kalau kerap menjawab lupa, tidak tahu, tidak pernah, apakah ini adalah ciri korban kekerasan seksual yang trauma sehingga banyak lupanya atau ini adalah ciri pelaku yang sedang bersiasat?,” tanya presenter yang memandu.
Reza Indragiri pun menjawab pertanyaan tersebut dari sisi teori dalam psikologi yang dia kuasai.
“Salah satu teori dalam psikologi mengatakan bahwa kelupaan adalah sebuah mekanisme otomatis untuk melindungi keselamatan manusia,” ujarnya.
Reza menjelaskan bahwa ketika manusia berhadapan dengan pengalaman yang traumatis, situasi yang menyakitkan, situasi yang menakutkan ataupun sejenisnya maka otomatis cenderung bersikap lupa.
Baca Juga: Kaleidoskop 2022: 10 Tokoh Paling Banyak Dicari di Indonesia, Bunda Corla hingga Ferdy Sambo
Bahkan tanpa diperintah, otak akan bisa melupakan peristiwa-peristiwa traumatis termasuk peristiwa perkosaan.
Namun, Reza mengungkap dirinya tidak bisa memastikan hal tersebut, apakah Putri Candrawathi benar-benar trauma atau sedang menyangkal.
Hal tersebut dikarenakan tidak pernah ada bukti visum yang telah dijalankan oleh Putri Candrawathi.
“Sayang beribu sayang, terhadap pertanyaan itu saya menjawab sendiri bahwa sepanjang ingatan saya berjalan hingga hari ini tidak pernah sekalipun PC dikabarkan menjalani visum,” ucapnya.
Baca Juga: Tidak Hanya Menyamar Jadi Wartawan, Intel Iptu Umbaran Ternyata Juga Pernah Jadi Ini..
Dirinya menjelaskan bahwa tidak adanya bukti visum mengakibatkan tidak ada simpulan bahwa Putri adalah sungguh-sungguh korban perkosaan.
“Karena saya tidak teryakinkan bahwa PC adalah korban perkosaan maka kalaulah PC mengatakan lupa, kalau lah PC mengatakan tidak tahu menurut saya boleh itu adalah manipulasi alias fabrikasi belaka,” kata Reza.
Sekali lagi, Reza menegaskan bahwa tidak ada sangkut paut yang definitif antara kelupaan yang Putri katakan dengan peristiwa perkosaan yang dia klaim tapi tidak pernah terbukti.***

Share this article
Dalam interview tersebut, Reza Indragiri ditanya apakah jawaban yang diungkap Putri selama persidangan menunjukkan ciri korban kekerasan.