News

Update Kasus Pembunuhan Brigadir J: Putri Candrawathi Bersikukuh jadi Korban, Begini Tanggapan Irma Hutabarat

Oleh: Zharifah Ardiana Kamis 15 Des 2022, 21:33 WIB
Update Kasus Pembunuhan Brigadir J: Putri Candrawathi Bersikukuh jadi Korban, Begini Tanggapan Irma Hutabarat

AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J memasuki babak baru berupa sidang konfrontasi atau pemeriksaan silang para terdakwa.

Melalui sidang konfrontasi yang bergulir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini, Putri Candrawathi menceritakan kronologi hingga bersikukuh menjadi korban pemerkosaan oleh Brigadir J. Hal ini membuat banyak orang yang memberikan komentar dan pendapatnya, salah satunya Irma Hutabarat.

Dikutip melalui berbagai sumber seperti kanal TvOneNews, dan Uya Kuya TV oleh AyoJakarta.com pada Kamis 15 Desember 2022, berikut kronologi dan tanggapan dari Irma Hutabarat.

Baca Juga: Persidangan Diwarnai Tangisan Putri Candrawathi, Irma Hutabarat: Trauma yang Delay

Hakim Ketua Wahyu Iman Santoso mendengarkan kesaksian Putri Candrawathi yang mengaku diperkosa Yosua. Bahkan, Putri Candrawathi mengaku dianiaya oleh Brigadir J yaitu dengan dibanting hingga tiga kali.

Ketua Komunitas Civil Society Indonesia Irma Hutabarat, terheran-heran dengan Putri Candrawathi yang bersikukuh dengan cerita yang belum divalidasi oleh pihak berwenang.

Melalui keterangan kronologi dari Putri Candrawathi tersebut, banyak yang menduga alasan kekerasan dan pelecehan seksual menjadi alasan Ferdy Sambo dan para ajudan menghabisi nyawa Brigadir J.

Baca Juga: Momen Saat Irma Hutabarat Jadi Pembuka Jalan Persaudaraan Bagi Keluarga Joshua dan Richard Eliezer

Bahkan melalui keterangan Putri Candrawathi, ia mengaku ketakutan akan ancaman Brigadir J apabila melapor atau sekedar memeriksa di rumah sakit. Ini merupakan hal yang menurut Irma Hutabarat janggal karena, Putri Candrawathi masih bersama Brigadir J apabila ia menjadi korban dari brigadir tersebut.

"Karena orang yang diperkosa saja melarang suaminya untuk melapor, untuk membawa ke dokter, untuk menelepon ajudan yang lainnya," tutur Irma dari kanal Youtube Uya Kuya TV.

"Katanya takut diancam Yosua, masuk akal nggak? Ini jenderal bintang dua, dan nyonya, dan ada ajudan yang lain-lain, jadi mengada-adanya keterlaluan," ujar dia.

Baca Juga: Fakta Irma Hutabarat, Perempuan Berdarah Batak Toba yang Berani Berdiri di Barisan Keluarga Brigadir Joshua

"Ini settingan yang maksa, settingan yang melecehkan akal sehat," kata Irma Hutabarat.

Selain menanggapi pernyataan Putri Candrawathi dalam sidang, Irma Hutabarat bersama Uya Kuya juga mengungkapkan 15 menit dimana Putri Candrawathi dan Brigadir J hanya mengobrol empat mata.

Pertemuan 15 menit yang dimaksud Irma adalah pertemuan empat mata Putri dengan Brigadir J setelah diduga terjadi pemerkosaan. Pertemuan itu dibenarkan oleh terdakwa Bripka RR meski ajudan Sambo itu mengaku tidak tahu apa yang dibicarakan oleh keduanya.

Baca Juga: HP Yosua Diotak-atik hingga Mendadak Aktif Lalu Keluar Grup WA, Irma Hutabarat Pertanyakan Siapa Pelakunya

"Jadi kalau ada perkosaan, bukan Yosua yang memperkosa PC?" tanya Uya.

"Iya, tapi sebaliknya, karena ada yang 15 menit itu," tandas Irma.

Sementara itu, sidang terkait kasus pembunuhan Brigadir J masih bergulir dan dilaksanakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Persidangan yang dimulai pertengahan Oktober 2022 ini sudah memasuki sidang obstruction of justice. Sebelumnya, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal, Kuat Maruf atau Om Kuat, dan Eliezer ini memasuki fase sidang konfrontasi.***

Reporter Zharifah Ardiana
Editor Desi Kris