AYOJAKARTA.COM - Belakangan ini Indonesia kerap kali dilanda bencana alam gempa bumi.
Ternyata terungkap jika penyebab gempa bumi di Indonesia salah satunya adalah sesar yang banyak tersebar.
Salah satu yang sedang disoroti adalah sesar yang tersebar di Jawa Barat khususnya.
Terlebih belakangan Jawa Barat memiliki banyak sesar yang diketahui jadi sumber gempa bumi.
Perlu diketahui, sesar adalah rekahan atau lempengan kerak bumi yang bergeser.
"Sesar merupakan bagian dari kulit bumi yang patah," ujar Daryono dalam wawancara melalui WhatsApp dengan tim Ayojakarta.com Senin (12/12/2022).
Sedangkan saat ini ada tujuh sesar yang dideteksi aktif yang bisa sebabkan gempa bumi dengan dahsyat.
Simak berikut ini rangkuman tujuh sesar aktif yang ada di Jawa Barat seperti dilansir dari rilis BMKG:
1. Sesar Lembang
Salah satu sesar yang pertama kali ramai dibicarakan usai gempa Cianjur adalah Sesar Lembang.
Letaknya ada di utara Kota Bandung dengan panjang sekitar 30 km dari Cimahi, Lembang hingga KOta Bandung.
Diketahui Sesar Lembang ini aktif dan bergeser antara 3-5 milimeter setiap tahunnya.
Sesar Lembang terbagi menjadi dua segmen, yaitu segmen barat dan timur.
Dalam sejarah ada dua gempa besar di Sesar Lembang, yaitu pada abad ke-60 SM dan abad ke-15. Gempa bumi kecil juga pernah terjadi di Bandung pada 2011, 2017, dan 2021.
Baca Juga: Sesar Baribis Aktif, Ahli: Jarang Muncul Gempa Takutnya Sedang Mengakumulasi Energi
2. Sesar Baribis
Sesar Baribis diketahui sebagai patahan utama di utara Jawa Barat.
Hal ini karena Sesar Baribis membentang sepanjang sekira 100 kilometer dari Majalengka, Kuningan, Subang Selatan hingga Purwakarta.
Pergeseran sesar Baribis ini akan bergeser atau slip rate 1 milimeter per tahun.
Disebut sebagai sesar yang aktif, Sesar baribis memiliki ancaman besar khususnya untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Sejarah Sesar Baribis ini pernah memicu gempa bumi di Jakarta pada 1780, di Karawang pada 1862 dan di Majalengka pada tahun 1990.
Baca Juga: Beda Sesar dan Gempa Megathrust, Berikut Penjelasan BMKG
3. Sesar Citarik
Sesar Citarik aktif memanjang dari lurusan sungai Citarik yang membelah Jawa Barat di bagian barat.
Dimulai dari Pelabuhan Ratu, antara Gunung Salak - Pangrango, Bogor, Jonggol, hingga ke Bekasi dilalui Sesar Citarik.
Ternyata panjang sesar ini terus menerus sampai di Samudera Hindia atau di Laut Selatan.
Salah satu gempa di Sukabumi pada 2019 disebabkan oleh Sesar Citarik ini.
Baca Juga: BMKG Imbau 9 Desa di Atas Sesar Cugenang Dijadikan Kawasan Terbuka Tanpa Bangunan
4. Sesar Cimandiri
Salah satu sesar ini adalah patahan yang paling tua jika dilihat dari umur kapur.
Jalur Sesar Cimandiri berjalan dari arah timur laut menuju barat daya dari Teluk Pelabuhan Ratu, Lembah Cimandiri, Cipatat-Rajamandala, Gunung Tangkuban Parahu-Burangrang, hingga ke Subang.
Jenis Sesar Cimandiri adalah mendatar hingga oblique (miring).
Sesar Cimandiri ini aktif memicu gempa bumi di Padalarang pada 1910, Cianjur pada 1844 dan 1982 hingga di tahun 2020 di Sukabumi.
Baca Juga: Waspada! Terdapat 6 Sesar Aktif Sepanjang Pulau Jawa, Membentang Mulai Jawa Barat Hingga Jawa Timur
5. Sesar Cipamingkis
Kelima, Sesar Cipamingkis, berada di timur Sukabumi dan masih di barat Cianjur.
Berjalan atau memiliki arah dari barat daya menuju ke timur laut.
Sesar Cipamingkis pada 2018 sempat memicu puluhan gempa bumi, meski dengan kekuatan yang kecil.
6. Sesar Cugenang
Ini adalah sesar terbaru yang berhasil diidentifikasi BMKG yang disebut Sesar Cugenang.
Sebuah sesar yang ada di Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur ini diduga jadi penyebab gempa Cianjur pada 21 November 2022 kemarin.
Sesar Cugenang memiliki panjang kurang lebih sembilan kilometer, dengan sisi kanan dan kiri yang berbahaya hingga 500 meter.
9 Desa yang dilalui Sesar Cugenang diharapkan segera direlokasi oleh Pemda Cianjur.
Adapun rincian 9 desa yang dilintasi jalur patahan atau sesar tersebut adalah Desa Ciherang, Ciputri, Cibeureum, Nyalindung, Mangunkerta, Sarampad, Benjot, Cibulakan, dan Nagra.
7. Sesar Garsela
Garsela atau Sesar Garut Selatan adalah sesar aktif yang memanjang dari selatan Garut hingga ke Selatan Bandung.
Memiliki panjang yang cukup fantastis hingga 42 kilometer yang terbagi dalam dua segmen.
Kedua segmen Sesar Garsela, segmen Rakutai dan segmen Kencana sama-sama aktif.
Sejarah Sesar Garsela memicu gempa bumi pada 2015 di Kamojang dan pada 2017 di Garut.
Demikianlah tujuh sesar aktif yang wajib diwaspadai yang ada di Jawa Barat.***