AYOJAKARTA.COM - Salah satu sesar yang aktif yang membentang sepanjang selatan Jakarta adalah Sesar Baribis.
Hal tersebut pernah diungkapkan oleh beberapa peneliti ahli terkait adanya sesar aktif di wilayah DKI Jakarta yaitu Sesar Baribis yang punya potensi gempa besar.
Seperti dikutip dari jurnal Universitas Padjajaran oleh Ayojakarta.com pada Minggu 11 Desember 2022.
Beberapa waktu terkahir, wilayah Jawa Barat sering diguncang gempa tektonik yang bersumber dari aktivitas aktif sesar-sesar.
Baca Juga: Waduh! Daftar 9 Desa Harus Kosong Akibat Sesar Cugenang Aktif! Update Kasus Gempa Cianjur di Sini!
Sesar-sesar tersebut adalah Sesar Cimandiri, Sesar Baribis, Sesar Citanduy dan Sesar Lembang.
Bahkan terdapat penemuan sesar baru oleh BMKG yaitu Sesar Cugenang yang mengguncang Cianjur.
Di antara sesar tersebut, sesar yang diketahui paling aktif adalah Sesar Baribis.
Sesar Baribis yang membentang dari wilayah Banten, selatan Jakarta hingga Jawa Barat saat ini dalam kondisi aktif dan terus bergerak.
Sehingga masyarakat perlu mewaspadai pergerakan Sesar Baribis yang menyimpan potensi gempa besar bahkan megathrust dengan magnitudo di atas 8.
Baca Juga: Breaking News! Gempa 4,0 Magnitude Guncang Bandung Jawa Barat, Simak Info Lengkap di Sini
Sehubungan dengan hal tersebut, pihak Unpad membuat sebuah penelitian yang hasilnya telah tertuang dalam jurnal.
Penelitian ini dilakukan dengan memasang tiga seismograf di tiga desa yaitu Desa Jatigede di Sumedang, Dusun Anggrawati dan Desa Sinar Galih yang berada di Kabupaten Majalengka.
Tujuan dari penelitian ini menurut jurnal Unpad tersebut adalah mendeteksi adanya gempa bumi mikro yang terjadi di jalur Sesar Baribis menggunakan metode Microearthquake (MEQ).
Hal tersebut dijadikan sebagai salah satu langkah verifikasi secara faktual di lapangan sehingga tingkat aktivitas yang berlangsung pada jalur Sesar Baribis dapat diketahui.
Baca Juga: BMKG Buka Data, Inilah Persebaran 13 Zona Megathrust di Indonesia hingga Ancaman Tsunami 34 Meter
Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil dari perekaman Microearthquake (MEQ) memberikan jumlah kejadian gempa yang terekam selama 60 hari adalah 46 gempa dari skala 0,1 Mw hingga 3,2 Mw.
Sedangkan untuk kedalaman gempa mulai dari yang terdangkal adalah 1 kilometer hingga yang terdalam adalah 85 kilometer.
Sumber gempa yang dominan terjadi diakibatkan karena adanya aktivitas pada Zona Sesar Baribis dengan kedalaman gempa kurang dari 50 km.
Baca Juga: Jakarta Waspada! Sesar Baribis Aktif, Hasil Microearthquake: 46 Gempa Terjadi Selama 60 Hari
Arah dan rezim gaya yang tercatat dari perhitungan momen tensor memperlihatkan sesar naik dan sesar geser.
Maka berdasarkan kedalaman data perekaman MEQ dan pengamatan permukaan, Zona Sesar Baribis diperkirakan adalah sesar aktif.
Penelitian merupakan salah satu upaya mitigasi terhadap ancaman bencana dan masyarakat diminta untuk tidak khawatir.
Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai peringatan untuk selalu waspada karena bencana belum dapat diketahui kapan akan terjadi.***

Share this article
Berikut hasil penelitian Microearthquake yang dilakukan Unpad di tiga desa, ungkap Sesar Baribis aktif.