AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini, Pulau Jawa beberapa kali mendapatkan guncangan gempa bumi yang berdampak besar dan menimbulkan kerusakan di berbagai lokasi.
Adapun gempa yang terjadi dan memberikan dampak besar tersebut diketahui merupakan gempa tektonik akibat keberadaan beberapa sesar aktif yang berada di sepanjang Pulau Jawa.
Di sisi lain, berbagai penelitian telah dilakukan oleh beberapa pihak, khususnya untuk menganalisis penyebab terjadinya gempa, termasuk untuk mempelajari sesar aktif yang ada di Pulau Jawa.
Berkaitan dengan hal tersebut, sebuah penelitian telah dilakukan oleh Mahasiswa Program Pascasarjana untuk menganalisis kerentanan gempa pada jalur Sesar Baribis.
Diketahui bahwa Sesar Baribis merupakan salah satu sesar aktif yang berada di area Jawa Barat, menyimpan potensi untuk menghasilkan gempa bumi.
Dalam sebuah jurnal keluaran Universitas Padjajaran, ada sebuah artikel ilmiah yang membahas tentang keberadaan Sesar Baribis dan potensinya menghasilkan gempa.
Baca Juga: Sesar Baribis Aktif, Ahli: Jarang Muncul Gempa Takutnya Sedang Mengakumulasi Energi
Lalu, sebenarnya bagaimana atau seberapa besar potensi dan kerentanan gempa yang ada pada sepanjang jalur Sesar Baribis? Simak artikel ini sampai selesai.
Dikutip AyoJakarta.com dari jurnal ‘Bulletin of Scientific Contribution GEOLOGY’ keluaran Unpad, sebuah penelitian menjelaskan tentang potensi atau kerentanan gempa pada jalur Sesar Baribis.
Adapun penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode yang bernama microearthquake (MEQ).
Microearthquake Sesar Baribis
MEQ merupakan salah satu metode di dalam geofisika dengan memanfaatkan aktivitas kegempaan untuk mengetahui kondisi yang berlangsung di bawah permukaan.
Hasil dari perekaman microearthquake menunjukkan jumlah gempa yang terekam selama 60 hari adalah 46 gempa dari skala 0,1 Mw hingga 3,2 Mw.
Baca Juga: Jakarta Waspada! Sesar Baribis Aktif, Hasil Microearthquake: 46 Gempa Terjadi Selama 60 Hari
Kedalaman gempa yang terdangkal pada area tersebut adalah 1 km, dan yang terdalam adalah 85 km.
Sumber gempa dominan adalah pada Zona Sesar Baribis dengan kedalaman gempa kurang dari 50 km.
Arah dan rezim gaya yang tercatat dari perhitungan momen tensor memperlihatkan sesar naik dan sesar geser.
Baca Juga: Waspada Sesar Baribis Aktif, Sebanyak 29 Juta Jiwa di Wilayah Megapolitan Jabodetabek Terancam
Maximum Credible Earthquake (MCE) dari data empiris panjang sesar dan literatur menunjukkan Zona Sesar Baribis memiliki nilai 6,5.
Perhitungan kemungkinan perulangan gempa pada daerah sekitar Sesar Baribis menghasilkan tingkat kemunculan gempa dengan skala 6,4 dalam 50 tahun sebesar 7,9%.
Berdasarkan kedalaman data perekaman MEQ dan pengamatan permukaan, Zona Sesar Baribis diperkirakan adalah sesar aktif, terutama pada segmen bagian utara.
Sesar Baribis ini diklasifikasikan menurut UBC tahun 1997 adalah Sesar Aktif Tipe C.
Pengklasifikasian ini ditetapkan berdasarkan momen magnitudo dari Sesar Baribis sebesar 6.5 Mw.
Itulah hasil microearthquake dan hasil analisis dari kerentanan gempa Sesar Baribis yang berada di area Jawa Barat.***

Share this article
Berikut ini adalah hasil dari analisis microearthquake Sesar Baribis, berpeluang gempa hingga 6,4 magnitudo.