News

Mengenal Patahan Baru Sesar Cugenang, Ternyata Jadi Pemicu Gempa Cianjur

Oleh: Christy Ayu Saputri Jumat 09 Des 2022, 12:16 WIB
Mengenal Patahan Baru Sesar Cugenang, Ternyata Jadi Pemicu Gempa Cianjur

AYOJAKARTA.COM - Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengukapkan penemuan baru penyebab gempa Cianjur 21 November lalu.

Disebutkan bahwa patahan baru itu adalah Sesar Cugenang yang telah memicu terjadinya gempa Cianjur tersebut. Sebelumnya patahan aktif Cugenang ini belum dipetakan.

Sedangkan BMKG awalnya menduga bahwa gempa yang mengguncang tanah Cianjur tersebut merupakan aktivitas dari Sesar Cimandiri yang diketahui melintang sepanjang Sukabumi.

Baca Juga: Bukan Gempa Sesar Baribis yang Akan Menimbulkan Korban Jiwa, Tapi Hal Ini Kata Ahli

Kemudian, kini Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan bahwa Sesar Cugenang telah ditemukan di Kecamatan Cugenang, dan patahan itu faktanya melintasi sembilan desa yang mengarah ke barat laut tenggara.

"Karena patahannya di wilayah Cugenang maka dinamakan Patahan Cugenang, patahan yang baru terbentuk atau ditemukan melintasi 9 desa di dua kecamatan dengan lintasan yang mengarah ke barat laut tenggara," ujar Dwikora seperti dilansir Ayojakarta.com dari Suara.com pada 9 Desember 2022.

Diketahui, kesembilan desa yang dilintasi Sesar Cugenang itu delapan diantaranya termasuk dalam Kecamatan Cugenang.

Baca Juga: BMKG: Sesar Cugenang Penyebab Gempa Cianjur 5.6 Magnitudo, 1800 Rumah dalam Zona Bahaya dan Harus Direlokasi!

Kedelapan desa itu adalah Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, dan Desa Benjot. Satu desa terakhir, Nagrak, berlokasi dalam wilayah Kecamatan Cianjur.

Disisi lain, berdasarkan keterangan dari Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan bahwa Sesar Cugenang menurut analisis focal mechanism memperhatikan posisi episenter gempa utama dan gempa susulan.

"Diketahui bahwa patahan pembangkit gempa bumi Cianjur merupakan patahan baru," kata Daryono.

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Sesar Cimandiri, Sesar Baribis dan Sesar Mataram di Jalur Gempa Bumi

Daryono menyebutkan berdasarkan analisis mekanisme pergerakan patahan dan episenter gempa utama serta susulan, patahan itu mengarah ke N 347 pada daratan timur dengan kemiringan 82,8 derajat.

BMKG sendiri sebelumnya menduga bahwa gempa Cianjur itu karena pergerakan aktivitas Sesar Cimandiri yang diketahui berlokasi dekat dengan sesar tersebut.

Namun, para ilmuwan kemudian meragukan hal tersebut. Mereka menduga bahwa gempa Cianjur itu dipicu oleh sesar yang masih belum teridentifikasi.

Baca Juga: Sesar Baribis Aktif, Jakarta hingga Anyer Berpotensi Gempa Megathrust, Segera Lakukan Mitigasi Sejak Dini

Celakanya zona berbahaya dari Sesar Cugenang telah dipenuhi bangunan sebanyak 1.800 rumah. Dimana diketahui zona tersebut melintang seluas 8,09 kilometer persegi.

Selanjutnya, BMKG pun merekomendasikan untuk ribuan rumah tersebut dipindahkan dan tidak boleh lagi didirikan disana.

"Zona bahaya merupakan zona yang rentan mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan," kata Daryono.

Baca Juga: Sesar Cugenang Penyebab Gempa Cinanjur yang Melewati 9 Desa, Zona Berbahaya Dipetakan

Kendati demikian, Dwikora menyebutkan zona tersebut masih bisa digunakan sebagai lahan tani, kawasan konservasi ataupun sebagai objek wisata dengan konsep ruang terbuka.

"Untuk konsepnya ruang terbuka tanpa ada bangunan, sehingga ketika kembali terjadi gempa di titik yang sama tidak ada bangunan yang ambruk menimpa warga atau korban jiwa. Namun intinya di lahan tersebut terlarang dari bangunan," imbuh Dwikorita.

Pada akhirnya BMKG meminta kepada pemerintah daerah untuk waspada dan siap siaga terhadap pergerakan apapun terhadap potensi bencana alam.***

*Disclaimer: Artikel ini sebelumnya tayang di suara.com dengan judul "Mengenal Sesar Cugenang, Pemicu Gempa Cianjur 21 November 2022".

Reporter Christy Ayu Saputri
Editor Desi Kris