Sesar Cugenang Penyebab Gempa Cinanjur yang Melewati 9 Desa, Zona Berbahaya Dipetakan

Sesar Cugenang Penyebab Gempa Cinanjur yang Melewati 9 Desa, Zona Berbahaya Dipetakan

Sesar Cugenang Penyebab Gempa Cinanjur yang Melewati 9 Desa, Zona Berbahaya Dipetakan

AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi susulan yang melanda wilayah Cianjur November lalu masih terus terjadi hingga saat ini.

Dikutip Ayojakarta.com dari akun Twitter @DaryonoBMKG mengatakan bahwa sampai hari Kamis 8 Desember 2022 pukul 06.00 terjadi 402 gempa bumi susulan.

Masyarakat pun dibuat semakin was-was akibat banyak gempa yang melanda setelah gempa Cianjur terjadi.

Baca Juga: Mengenal Pemicu Gempa Cianjur 21 November 2022, Ternyata Karena Sesar Cugenang, Bahaya Mengintai 9 Desa

Bukan hanya gempa megathrust yang ditakutkan, tetapi penyebab pasti gempa Cianjur belum dipastikan oleh para ilmuwan.

Kabar yang beredar mengenai Sesar Cimandiri yang menjadi penyebab bencana tersebut diragukan beberapa pihak, salah satunya oleh peneliti dari BRIN.

Dikutip dari Akun Youtube KOMPASTV, seorang peneliti pusat geoteknologi BRIN Nuraini Rahma Hanifa menjelaskan melakukan observasi terhadap bencana gempa bumi Cimandiri dari pantauan udara.

Baca Juga: Sesar Baribis : Sejarah Gempa Besar yang Merusak Jakarta, Siapkah Langkah Mitigasi Berikut

Nuraini mengatakan bahwa hasil dari pengamatan terlihat bahwa gempa Cianjur ini letak patahannya bergeser dari Sesar Cimandiri.

Dari gempa yang terjadi, pertama gempa cianjur tersebut ternyata letaknya agak bergeser dari Sesar Cimandiri," ucap Nuraini.

Ia mengatakan bahwa dirinya dan team sedang menginvestigasi mengenai sumber gempa atau Sesar Cianjur yang sampai saat ini belum diketahui.

Baca Juga: Bahaya! Bagian Sesar Baribis yang Masih Terkunci Jadikan Jakarta Rentan Gempa di Masa Depan, Ini Kata Ahli

Hal tersebut kemudian diaminkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (8/12/2022).

Pemicu gempa Cianjur 21 November yang menewaskan 321 orang itu adalah patahan atau Sesar Cugenang.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran persnya.

Baca Juga: Menilik Sesar Baribis, Jakarta Terancam Gempa Megathrust dan Tsunami Dahsyat, Begini Penjelasan Para Ahli

Ia menjelaskan bahwa Sesar Cugenang tersebut merupakan sesar aktif yang belum dipetakan oleh BMKG dan ditemukan di Kecamatan Cugenang.

Selain itu sesar ini melintasi sembilan desa dan delapan desa diantaranya berada di Kecamatan Cugenang.

"Karena patahannya di wilayah Cugenang maka dinamakan Patahan Cugenang, patahan yang baru terbentuk atau ditemukan melintasi sembilan desa di dua Kecamatan dengan lintasan yang mengarah ke barat laut tenggara," papar Dwikorita.

Baca Juga: Terpopuler! Sesar Baribis Makin Mengancam, Bagaimana Potensi Gempa yang Akan Muncul dan Cara Mitigasinya?

Kedelapan desa itu adalah Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, Desa Benjot sedangkan Desa terakhir yaitu Desa Nagrak, berlokasi dalam wilayah Kecamatan Cianjur.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan bahwa identifikasi Sesar Cugenang berdasarkan pada analisis focal mechanism serta memerhatikan posisi episenter gempa utama dan gempa susulan.

Dikutip dari salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Islam Negeri Malang mengatakan bahwa Focal mechanism adalah mengetahui mekanisme pergerakan sesar yang ditimbulkan oleh gempa bumi, jadi ketika gempa bumi terjadi maka gelombang gempa bumi akan terpancarkan ke segala arah berbentuk phase gelombang.

Baca Juga: Misteri Gempa Cianjur, Siklus 20 Tahunan? Ini Fakta Mengejutkan, Dampak Bukan Akibat Sesar Cimandiri

"Diketahui bahwa patahan pembangkit gempa bumi Cianjur merupakan patahan baru," kata Daryono.

Daryono menambahkan, berdasarkan analisis mekanisme pergerakan patahan dan episenter gempa utama serta susulan, patahan itu mengarah ke N 347 derajat timur dan kemiringan (dip) 82,8 derajat dengan mekanisme gerak geser menganan (dextral stike-slip).

BMKG kemudian menghibau untuk zona berbahaya yang membentang sepanjang 8,09 kilometer persegi di wilayah sesar ini dibebaskan dari bangunan, hal ini melihat sebanyak 1.800 rumah dibangun di atasnya.

Baca Juga: Mengenal Sesar Baribis : Definisi, Wilayah yang Dilewati, dan Ancaman Gempa yang Mengintai

"Zona bahaya merupakan zona yang rentan mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan," kata Daryono.

Meski demikian BMKG menambahkan bahwa zona berbahaya tersebut masih bisa digunakan untuk wilayah bertani, kawasan konservasi, lahan resapan, hingga objek wisata dengan konsep ruang terbuka.

Pihak BMKG juga menghimbau pemerintah daerah Cianjur agar lebih waspada terhadap sesar aktif yang melewati wilayah Cianjur dengan menggunakan peta yang telah diberikan sebagai acuannya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti

News Update

Gadget 06 Jun 2026, 14:42 WIB

Xiaomi 17T, HP Midrange Rasa Flagship yang dengan Sistem Operasi Bersih Tanpa Iklan

Xiaomi 17T rilis Rp8-9 juta dengan Dimensity 8500 (AnTuTu 2M+) & periskop Leica 5x. Diulas GadgetIn, HP 6,59 inci ini punya baterai jumbo 6.500 mAh serta OS bersih tanpa iklan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:51 WIB

Nggak Hanya di Kalender, Nama-nama Hari ini Juga Jadi Nama Pasar di Jakarta, Ada yang Sudah Tutup

Penamaan pasar di Jakarta ini berdasarkan hari merupakan tradisi yang berkembang sejak masa kolonial.

Metropolitan 06 Jun 2026, 13:07 WIB

Untuk ke 9 Kalinya, DKI Jakarta Raih Opini WTP dari BPK RI

Pencapaian tersebut menjadi bukti konsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam menjaga tata kelola keuangan yang transparan.

Metropolitan 06 Jun 2026, 12:18 WIB

Pramono Anung Segera Sesuaikan Tarif Transjabodetabek Bulan Ini, Termasuk Rute Blok M-Bandara Soetta

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan evaluasi tarif dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik.

Pendidikan 06 Jun 2026, 11:08 WIB

Pencairan Dana KJP Plus Tahap 1 Tahun 2026 Bulan April Mulai Dilakukan, Disalurkan kepada 707.477 Peserta Didik, Berikut Rinciannya

KJP Plus merupakan salah satu bentuk dukungan Pemprov DKI Jakarta dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:41 WIB

EastjakFest 2026 Siap Meriahkan HUT ke 499 Kota Jakarta, Hadirkan Vaksinasi Rabies, Bibit Gratis, dan Edukasi Ketahanan Pangan

Acara ini akan digelar tepat di hari ulang tahun Jakarta yakni pada 22 Juni 2026.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:25 WIB

Dinas LH DKI Jakarta akan Gelar Aksi Pilah Sampah di CFD Rasuna Said Besok

Kegiatan ini adalah bagian upaya Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah dari sumbernya.

Metropolitan 06 Jun 2026, 10:08 WIB

Hadapi Ancaman Polusi, Pemprov DKI Kembangkan EWS Kualitas Udara Bersama BMKG

Kehadiran sistem EWS ini diharapkan mampu memberikan informasi prediktif mengenai kondisi kualitas udara di Ibu Kota.

Metropolitan 06 Jun 2026, 09:39 WIB

Pramono Anung Buka Jakarta Future Festival 2026, Dorong Anak Muda Ikut Rancang Masa Depan Jakarta

Pramono Anung resmi membuka JFF 2026 yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Jumat (5/6).

Ekonomi 05 Jun 2026, 23:19 WIB

Strategi Investasi Tepat Saat Rupiah Melemah dan IHSG Anjlok

Ekonomi RI tertekan: Rupiah tembus Rp18.000 dan IHSG anjlok ke 5.594 akibat PHK, pajak naik, serta modal asing keluar. Investor disarankan masuk bertahap dan atur portofolio sesuai profil risiko.

Nasional 05 Jun 2026, 21:53 WIB

Strategi 'Rangkul Lalu Pukul', Bisakah Layer Cukai Rendah Jinakkan Pabrik Rokok Ilegal?

Skema "rangkul lalu pukul" lewat layer cukai baru demi kejar Rp30 T menuai kritik. Cara ini dinilai beri karpet merah bagi rokok ilegal dan picu kecurangan baru ketimbang menegakkan hukum secara tegas

Nasional 05 Jun 2026, 20:21 WIB

BBM Mulai Dicampur Bioetanol 5%, Ini Efeknya untuk Mobil dan Motor Tua

Mulai semester II 2026, seluruh SPBU di Jawa wajib jual bensin campur etanol 5% (E5) sesuai Permen ESDM 4/2025. BBM ini ramah lingkungan & aman buat kendaraan modern, tapi berisiko korosi bagi mesin.

Sport 05 Jun 2026, 19:18 WIB

Lebih dari 50 Tenant Indonesia Open 2026 Gunakan Pembayaran Digital BNI

BNI menghadirkan pembayaran digital di Indonesia Open 2026 melalui EDC dan QRIS wondr untuk transaksi praktis.

Hiburan 05 Jun 2026, 18:55 WIB

Sedang Berkonflik dengan Sarwendah, Ruben Onsu Tulis Pesan Haru di Hari Ulang Tahun Anak

Meski hubungan dengan Sarwendah memanas akibat video viral, Ruben Onsu tetap fokus pada anak. Ia mengucapkan ultah menyentuh untuk Thalia dan berharap pihak luar tak memperkeruh mental anak mereka.

Nasional 05 Jun 2026, 17:55 WIB

PNM Hadir hingga Pulau Arar, Perkuat Akses Keuangan bagi Perempuan Pesisir Papua

PNM Mekaar bantu perempuan di Pulau Arar, Papua Barat Daya, mengembangkan usaha, memperbaiki rumah, dan akses keuangan.

News 05 Jun 2026, 17:44 WIB

Isu Reshuffle Kembali Mencuat, Kabar Purbaya Mundur dari Menkeu hingga Said iqbal Disebut akan Masuk Kabinet, Benarkah?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi buka suara soal kabar Purbaya mundur dari Menkeu dan Said Iqbal masuk kabinet, begini katanya.

Gadget 05 Jun 2026, 17:29 WIB

Samsung Segera Rilis Galaxy Fold 8 dalam Waktu Dekat, Intip Bocoran Spesifikasinya

Samsung Galaxy Z Fold 8 & 8 Ultra masuk sertifikasi Bluetooth. Varian standar hadir dengan layar luar lebih lebar mirip paspor untuk ergonomi, sementara varian Ultra tawarkan kamera & mesin premium.

Nasional 05 Jun 2026, 16:10 WIB

Gebrakan Anyar Nanik S Deyang Setelah Ditunjuk jadi Kepala BGN: Efisiensi Anggaran hingga Perbaiki Kualitas MBG 2026

Nanik S Deyang menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anggaran yang dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran.

Metropolitan 05 Jun 2026, 15:42 WIB

Angkat Tema 'Navigating Resilience' Taman Ismail Marzuki jadi Tuan Rumah Jakarta Future Festival 2026 Mulai 5-7 Juni, Ini Persiapannya

JFF 2026 akan menghadirkan berbagai diskusi, pameran, hingga kolaborasi lintas sektor yang membahas masa depan Jakarta.

Jakarta Pusat 05 Jun 2026, 15:21 WIB

Pramono Pastikan JPO Senen Sentral Sudah Beroperasi Penuh Sejak Kamis Sore, Sempat Terhambat karena Masalah Administrasi dan Komunikasi

Sebelumnya JPO ini sempat tertutup akibat proses perbaikan pascakerusakan yang terjadi pada aksi unjuk rasa tahun 2025 lalu.