News

Sesar Cugenang Penyebab Gempa Cinanjur yang Melewati 9 Desa, Zona Berbahaya Dipetakan

Oleh: Ardiany Fitri Sholekah Jumat 09 Des 2022, 08:07 WIB
Sesar Cugenang Penyebab Gempa Cinanjur yang Melewati 9 Desa, Zona Berbahaya Dipetakan

AYOJAKARTA.COM - Gempa bumi susulan yang melanda wilayah Cianjur November lalu masih terus terjadi hingga saat ini.

Dikutip Ayojakarta.com dari akun Twitter @DaryonoBMKG mengatakan bahwa sampai hari Kamis 8 Desember 2022 pukul 06.00 terjadi 402 gempa bumi susulan.

Masyarakat pun dibuat semakin was-was akibat banyak gempa yang melanda setelah gempa Cianjur terjadi.

Baca Juga: Mengenal Pemicu Gempa Cianjur 21 November 2022, Ternyata Karena Sesar Cugenang, Bahaya Mengintai 9 Desa

Bukan hanya gempa megathrust yang ditakutkan, tetapi penyebab pasti gempa Cianjur belum dipastikan oleh para ilmuwan.

Kabar yang beredar mengenai Sesar Cimandiri yang menjadi penyebab bencana tersebut diragukan beberapa pihak, salah satunya oleh peneliti dari BRIN.

Dikutip dari Akun Youtube KOMPASTV, seorang peneliti pusat geoteknologi BRIN Nuraini Rahma Hanifa menjelaskan melakukan observasi terhadap bencana gempa bumi Cimandiri dari pantauan udara.

Baca Juga: Sesar Baribis : Sejarah Gempa Besar yang Merusak Jakarta, Siapkah Langkah Mitigasi Berikut

Nuraini mengatakan bahwa hasil dari pengamatan terlihat bahwa gempa Cianjur ini letak patahannya bergeser dari Sesar Cimandiri.

Dari gempa yang terjadi, pertama gempa cianjur tersebut ternyata letaknya agak bergeser dari Sesar Cimandiri," ucap Nuraini.

Ia mengatakan bahwa dirinya dan team sedang menginvestigasi mengenai sumber gempa atau Sesar Cianjur yang sampai saat ini belum diketahui.

Baca Juga: Bahaya! Bagian Sesar Baribis yang Masih Terkunci Jadikan Jakarta Rentan Gempa di Masa Depan, Ini Kata Ahli

Hal tersebut kemudian diaminkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pada Kamis (8/12/2022).

Pemicu gempa Cianjur 21 November yang menewaskan 321 orang itu adalah patahan atau Sesar Cugenang.

Hal ini disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam siaran persnya.

Baca Juga: Menilik Sesar Baribis, Jakarta Terancam Gempa Megathrust dan Tsunami Dahsyat, Begini Penjelasan Para Ahli

Ia menjelaskan bahwa Sesar Cugenang tersebut merupakan sesar aktif yang belum dipetakan oleh BMKG dan ditemukan di Kecamatan Cugenang.

Selain itu sesar ini melintasi sembilan desa dan delapan desa diantaranya berada di Kecamatan Cugenang.

"Karena patahannya di wilayah Cugenang maka dinamakan Patahan Cugenang, patahan yang baru terbentuk atau ditemukan melintasi sembilan desa di dua Kecamatan dengan lintasan yang mengarah ke barat laut tenggara," papar Dwikorita.

Baca Juga: Terpopuler! Sesar Baribis Makin Mengancam, Bagaimana Potensi Gempa yang Akan Muncul dan Cara Mitigasinya?

Kedelapan desa itu adalah Desa Ciherang, Desa Ciputri, Desa Cibeureum, Desa Nyalindung, Desa Mangunkerta, Desa Sarampad, Desa Cibulakan, Desa Benjot sedangkan Desa terakhir yaitu Desa Nagrak, berlokasi dalam wilayah Kecamatan Cianjur.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono menjelaskan bahwa identifikasi Sesar Cugenang berdasarkan pada analisis focal mechanism serta memerhatikan posisi episenter gempa utama dan gempa susulan.

Dikutip dari salah satu jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Universitas Islam Negeri Malang mengatakan bahwa Focal mechanism adalah mengetahui mekanisme pergerakan sesar yang ditimbulkan oleh gempa bumi, jadi ketika gempa bumi terjadi maka gelombang gempa bumi akan terpancarkan ke segala arah berbentuk phase gelombang.

Baca Juga: Misteri Gempa Cianjur, Siklus 20 Tahunan? Ini Fakta Mengejutkan, Dampak Bukan Akibat Sesar Cimandiri

"Diketahui bahwa patahan pembangkit gempa bumi Cianjur merupakan patahan baru," kata Daryono.

Daryono menambahkan, berdasarkan analisis mekanisme pergerakan patahan dan episenter gempa utama serta susulan, patahan itu mengarah ke N 347 derajat timur dan kemiringan (dip) 82,8 derajat dengan mekanisme gerak geser menganan (dextral stike-slip).

BMKG kemudian menghibau untuk zona berbahaya yang membentang sepanjang 8,09 kilometer persegi di wilayah sesar ini dibebaskan dari bangunan, hal ini melihat sebanyak 1.800 rumah dibangun di atasnya.

Baca Juga: Mengenal Sesar Baribis : Definisi, Wilayah yang Dilewati, dan Ancaman Gempa yang Mengintai

"Zona bahaya merupakan zona yang rentan mengalami pergeseran atau deformasi, getaran dan kerusakan lahan, serta bangunan," kata Daryono.

Meski demikian BMKG menambahkan bahwa zona berbahaya tersebut masih bisa digunakan untuk wilayah bertani, kawasan konservasi, lahan resapan, hingga objek wisata dengan konsep ruang terbuka.

Pihak BMKG juga menghimbau pemerintah daerah Cianjur agar lebih waspada terhadap sesar aktif yang melewati wilayah Cianjur dengan menggunakan peta yang telah diberikan sebagai acuannya.***

Reporter Ardiany Fitri Sholekah
Editor Desi Kris