AYOJAKARTA.COM - Gempa yang mengguncang Cianjur dengan Magnitudo 5.6 21 November 2022 lalu, dikaitkan dengan Sesar Baribis.
Sesar Baribis disebut-sebut menjadi ancaman untuk daerah Jabodetabek, yang terbentang di Selatan Jakarta.
Lalu potensi gempa seperti apakah yang akan dihasilkan dari Sesar Baribis dan bagaimana cara masyarakat untuk mengantisipasi bencana tersebut?
Baca Juga: Simak Baik-baik! Jadwal Libur Natal 2022 dan Tahun Baru 2023, Agendakan Liburan Bersama Keluarga
Kini dalam penelitian terbaru, oleh Guru Besar Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Sri Budiantoro dan Tim.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Jurnal, Kamis (16/06/2022) menyebut, Sesar Baribis atau jalur patahan di Selatan Jakarta ini merupakan Sesar aktif.
Dan disebut-sebut Sesar Baribis ini akan menyimpan ancaman besar.
Dilansir AyoJakarta.com melalui kanal YouTube Harian Kompas pada Selasa (6/1/2/2022), akan dibahas soal potensi Sesar Baribis dan Mitigasinya.
"Yang kami tidak inginkan tapi ada potensi itu malah yang jarang muncul gempanya itu, takutnya sedang mengakumulasi energi ya," ujar Guru Besar ITB.
"Sehingga kalau lepas sekaligus, energinya cukup kuat," tambahnya.
Seperti gempa yang sempat terjadi dekat Cianjur waktu lalu.
Beberapa penelitian seismik, menemukan bahwa dari sebagian Sesar Baribis dalam keadaan aktif.
Yang terbentang mulai dari Banten hingga Jawa Barat, artinya daerah yang dilewati Sesar Baribis ini haruslah waspada.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Sukabumi Diguncang Gempa Bumi 2 Kali, Berkekuatan M5,8 dan M6,1
Sejarah mencatat, beberapa waktu silam wilayah Jakarta ke Batavia pernah diguncang gempa.
Bahkan disebutkan akibat dari gempa tersebut dalam kondisi cukup parah.
"Sebenarnya bukan nakut-nakutin, tapi mengajak terus waspada ya, toh kita pun tidak tahu kapan terjadi," Ujar Sri Budiantoro.
"Sehingga ya kewaspadaan, prepareness, persiapan kita harus lebih baik," lanjutnya.
Diperlukan kesadaran juga dalam menghadapi bencana gempa bumi, dan belajar dari gempa Cianjur kemarin.
Untuk mengurangi korban dan kerugian akibat gempa, Ahli Gempa Danny Hilman menjelaskan terkait mitigasi bencana yang diprediksi akan terjadi.
"Nah yang untuk gempa pun ada 2 macam mitigasinya, yang pertama itu Tata Ruang," ujar Pakar Gempa Danny.
"Artinya, kalau di jalur-jalur gempanya, Sesar aktifnya itu maka dianjurkan tidak ada bangunan," tambahnya.
"Kemudian yang kedua, selain Tata Ruang harus peraturan konstruksi tahan gempanya," lanjut Danny.
Baca Juga: Misteri Gempa Cianjur, Siklus 20 Tahunan? Ini Fakta Mengejutkan, Dampak Bukan Akibat Sesar Cimandiri
Sebenarnya, dalam membuat bangunan tinggi seperti tersebut sudah diberikan peraturannya.
Namun untuk bangunan rumah penduduk, peraturan tersebut belum diatur.***

Share this article
Usai Gempa Cianjur, Sesar Baribis disebut-sebut menjadi ancaman untuk daerah Jabodetabek, yang terbentang di Selatan Jakarta.