News

Misteri Gempa Cianjur, Siklus 20 Tahunan? Ini Fakta Mengejutkan, Dampak Bukan Akibat Sesar Cimandiri

Oleh: Desta Nurwati Siamyah Kamis 08 Des 2022, 07:40 WIB
Misteri Gempa Cianjur, Siklus 20 Tahunan? Ini Fakta Mengejutkan, Dampak Bukan Akibat Sesar Cimandiri

AYOJAKARTA.COM - Banyaknya teori membuat para ahli dan pihak berwenang berdiskusi seputar faktor gempa Cianjur.

Awalnya para ahli dan pihak berwenang menduga, gempa Cianjur terjadi akibat dari pergeseran Sesar Cimandiri yang memang melintasi wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Namun perkiraan ini berubah, sebab wilayah gempa Cianjur terjadi berada cukup jauh dari Sesar Cimandiri.

Baca Juga: Mengenal Sesar Baribis : Definisi, Wilayah yang Dilewati, dan Ancaman Gempa yang Mengintai

Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews peneliti masih mendiskusikan kepastian perkiraan titik awal gempa terjadi di wilayah kampung Cisarua, Desa Sarapan, Kecamatan Cugenang.

"Iya ini yang menjadi bahan diskusi para peneliti ya, bahwa setelah dipetakan cimandiri, ternyata lebih ke atas gitu ya,"ujar Heri Andreas pakar Geodesi ITB.

"Nah, mungkin saja itu adalah bagian Segmen Cimandiri yang belum terpetakan atau juga ini memang sesar yang lama tetapi tidak teridentifikasi atau bisa juga di sesar baru, jadi ada beberapa kemungkinan,"

Baca Juga: Benarkah Sesar Baribis Aktif Akan Timbulkan Potensi Gempa Megathrust 8,9M di Wilayah Jakarta? Simak Kata Ahli

Penjelasan tentang Gambaran Pemetaan di wilayah gempa Cianjur.

"Kalau kita lihat disini ya, (arah tangan menunjukan pada peta) bahwa epicenter dari gempa itu ternyata tidak pas terletak di Sesar Cimandiri, tapi lebih ke atasnya.

Nah ini yang menarik, ya karenakan selama ini sesar Cimandiri sudah terpetakan dengan baik. Tetapi terjadi gempa yang bukan di Sesar Cimandiri," ujar Heri Andreas pakar Geodesi ITB.

Baca Juga: Tak Main-main! Penelitian Ungkap 3 Skenario Gempa Megathrust yang Mungkin Terjadi di Pulau Jawa

Teori-teori muncul, bisa jadi gempa Cianjur ini disebabkan oleh 3 kemungkinan yakni, sesar lama, sesar baru atau segmen dari Sesar Cimandiri.

Ternyata alasan tidak terdeteksinya pengamatan selama ini dikarenakan di Indonesia khususnya di Sesar Cimandiri belum memiliki jaringan deformasi dan jaringan seismik.

Muncul pernyataan perbedaan terdengarnya suara gemuruh dan ledakan di dua desa, yaitu Desa Sukamulya dan Desa Sarampat.

Baca Juga: Waspada! Inilah Sebaran Tinggi Gelombang Tsunami Akibat Gempa Megathrust 9,1 M Berpotensi Mengguncang Jawa

Warga desa Sarampat sempat mengatakan terdengarnya suara gemuruh dan ledakan sebelum terjadi gempa Cianjur.

Sedangkan di Desa Sukamulya tidak terdengar suara gemuruh, padahal daerah itu dan Desa Sarampat di dalam kabupaten yang sama yakni Cianjur yang terjadi gempa.

"Ya memang, kalo misalnya ketika gempa terjadi ketika ada pergeseran bumi ya itu wajar untuk menimbulkan bunyi gitu ya suara," kata Heri.

Baca Juga: Waspadai Sesar Baribis Aktif Potensi Gempa di Jakarta, Kenali Bagaimana Cara Mitigasi Bencana Sejak Dini

"Kemudian juga kita tahu bahwa, disana kan ada juga diikuti longsor ya. Longsoran itu juga ada bunyi ya, nah ketika ada rumah-rumah yang hancur ambruk itu juga bisa menimbulkan bunyi," sambungnya.

Heri menyimpulkan bunyi-bunyi yang terdengar berbeda di tiap lokasinya karena bisa saja sifatnya lokal.

Terlebih lagi apabila memang lokasi bunyi yang terdengar memang pada episentrum gempanya itu hal yang wajar.

Baca Juga: BMKG Laporkan 98 Kali Gempa Susulan di Selatan Jawa Timur Hari ini, Mari Kenali Potensi Gempa Lebih Dekat!

"Nah bunyi nya juga mungkin bisa lokal gitu ya, yang dekat dengan longsor ya akan mendengar ya kemudian pas diepicentrumnya mungkin akan mendengar dan itu hal yang wajar." ujar pakar Geodesi ITB tersebut.

Dimana episentrum gempa merupakan energi rilis pertama gempa sehingga pasti terdengar bunyi di lokasi tersebut.

"Ya, mungkin di epicentrum pasti terdengar bunyi ya, karena di situ energi rilis pertamanya (gempa)," jelas Heri.

Baca Juga: Pembangunan 1.800 Rumah Tahan Gempa Masih Berjalan, Korban Gempa Cianjur: Tak Sabar Pengen Cepat Pulang

Sesar yang kemudian aktif yang menyebabkan gempa di Cianjur memang terjadi secara periodik.

Penjelasan tentang periodik adalah ada kemungkinan akan berulang, entah mungkin 20 tahunan yang akan mendatang atau sekitar 100 tahunan.

Perbedaan periodik 20 atau 100 tahunan adalah akumulasi energi yang terjadi. Jika akumulasi nya perlahan berarti, akan lebih lama.

Baca Juga: Info Gempa Terkini 7 Desember 2022, BMKG Catat 17 Gempa Terjadi di Seluruh Indonesia hingga Pagi Ini

Namun, jika akumulasi energi nya lebih cepat berarti bisa jadi periodesasinya juga akan lebih cepat juga.

Menariknya di Cianjur ini, belum bisa dibilang periodesasinya 20 tahunan. Perulangannya itu tidak terdapat di lokasi yang sama, sehingga tidak bisa disebutkan sebagai perulangan.

"Perulangannya itu tidak di lokasi yang sama, berarti kan itu bukan perulangan sebenarnya," kata Heri.

Baca Juga: Ancaman Gempa Megathrust, Sesar Baribis dan Penyebab Gempa Cianjur, Ahli: Letaknya Bergeser dari Cimandiri

"Jadi memang di sekitaran Sesar Cimandiri, mungkin sampai ke sesar Lembang dan ke atasnya Baribis nah itu ada perulangan-perulangan yang kira-kira 20 tahun atau lebih, tetapi tidak di tempat yang sama. Artinya itu belum bisa mencerminkan perulangannya sekian tahun, karena lokasinya tidak pas di situ," sambungnya.

Daryono Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyebut Cianjur merupakan wilayah rawan gempa.

BMKG menyatakan jika dilihat dari pemetaan, di wilayah Cianjur memiliki banyak sekali titik-titik gempa.

Baca Juga: Sesar Baribis Aktif Ancam Wilayah Jakarta dengan Potensi Gempa Dahsyat!

"Kalau melihat peta aktivitas kegempaan kita, itu memang banyak sekali titik-titik pusat gempa dan wilayah Sukabumi, Cianjur, kemudian Purwakarta, Bandung Barat itu semua daerah yang banyak sekali aktivitas gempanya," ujar Daryono.

BMKG belum memiliki pemetaan sumber gempa, sehingga fakta yang mengejutkan bahwa di Indonesia memiliki sumber gempa yang mengakibatkan kerusakan besar tetapi belum terpetakan.

Jadi, penyebab besarnya dampak gempa di Cianjur bukan karena Sesar Cimandiri. Struktur tanah di Cianjur yang bersifat lunak kemudian mayoritas rumah warga ini tidak sesuai dengan standar tahan gempa menjadi faktor kerusakan yang diakibatkan menjadi besar.

Dengan adanya ke dangkalan gempa yaitu 10 Km di darat, ini yang menjadi faktor penyebab gempa di Cianjur berdampak cukup signifikan.***

Reporter Desta Nurwati Siamyah
Editor Desi Kris