AYOJAKARTA.COM - Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa mengalami erupsi dan mengeluarkan awan panas.
Salah satu desa yang terdampak cukup parah oleh awan panas erupsi Semeru ini adalah Desa Kajar Kuning di Lumajang, Jawa Timur.
Puluhan rumah warga di Kajar Kuning luluh lantak akibat terjangan awan panas guguran.
Peristiwa ini mengakibatkan kerugian yang cukup banyak.
Baca Juga: Terkini, Terjadi Gempa Jember Jawa Timur Selasa 6 Desember 2022!
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube tvOneNews pada Senin (6/12/2022), untungnya para warga sudah terlebih dulu mengungsi sebelum Semeru mengeluarkan awan panas sehingga tidak sampai ada korban jiwa.
Bupati Lumajang Thoriqul Haq menjelaskan bahwa penduduk Desa Kajar Kuning sudah pergi mengungsi dari desanya sebelum APG atau Awan Panas Guguran menerjang.
“Jadi APG ketika menyerang pemukiman di Kajar Kuning itu masyarakat sudah tidak ada, artinya aman,” kata Thoriqul Haq.
Warga yang berada dekat dengan Gunung Semeru ini dinilai lebih tertib untuk evakuasi dibanding saat erupsi Semeru setahun lalu.
Baca Juga: Berada di Titik Bencana, Indonesia Bersiap Hadapi Megathrust yang Berpotensi Gempa Besar dan Tsunami
Diketahui bahwa Gunung Semeru pernah mengalami erupsi pada 4 Desember 2021 yang juga mengeluarkan awan panas guguran mengarah ke Besuk Kobokan beserta guguran lava yang melaju dengan jarak luncur 500-800 meter.
Thoriqul Haq memutuskan masa tanggap bencana erupsi Gunung Semeru selama 14 hari.
Hal ini dikarenakan terdapatnya awan panas guguran dan dinaikkannya status Semeru dari siaga menjadi awas atau level 4.
Akibatnya, puluhan keluarga di Desa Kajar Kuning kehilangan tempat tinggal.
Kini jumlah pengungsi mencapai lebih dari 2000 warga yang tersebar di 12 titik pengungsian.
Baca Juga: Viral! Seorang Ustadz Tolak Ajakan Evakuasi Gugusan Gunung Semeru oleh Petugas
Di Kabupaten Lumajang terdapat daerah yang mengalami dampak langsung dan tidak langsung erupsi Semeru.
“Ada beberapa dampak yang kami klarifikasikan, pertama adalah dampak yang secara langsung terkena aliran APG yaitu masyarakat yang ada disekitar aliran lahar Semeru,” ujar Thoriqul Haq.
“Kemudian yang kedua adalah masyarakat yang terdampak tidak langsung yaitu masyarakat yang wilayahnya atau desanya yang terkena hujan abu,” sambung Thoriqul Haq.
Namun dampak hujan abu sudah reda bersamaan dengan gerimis yang terjadi di daerah terdampak.
Baca Juga: BNPB Pastikan Tidak Ada Tsunami Akibat Letusan Gunung Semeru: Jaraknya Jauh dari Laut
Secara berkala, masyarakat akan kembali ke tempat tinggal masing-masing karena situasi dinilai sudah cukup aman.
Namun ini tidak berlaku untuk daerah yang terdampak langsung erupsi Semeru yangg merupakan daerah-daerah di tepian aliran lahar Semeru.
Desa Kajar Kuning merupakan kawasan yang ditetapkan sebagai zona merah.
Masyarakat desa tersebut sudah diberikan rumah hunian tetap pada daerah relokasi yang sudah dibangun oleh Kementerian PUPR.
Sekarang, Bupati Lumajang memprioritaskan penanganan di lokasi pengungsian dengan melayani pemenuhan kebutuhan korban erupsi Semeru.***