Otomotif

Kenali Ciri Oli Palsu dan Berbahayanya untuk Motor,  Dampak Kerusakan Tak Main-main

Oleh: Admin Rabu 14 Jun 2023, 15:02 WIB
Kenali Ciri Oli Palsu dan Berbahayanya untuk Motor,  Dampak Kerusakan Tak Main-main

AYOJAKARTA.COM -- Maraknya peredaran oli palsu menjadi kerugian besar yang menghantui pemilik sepeda motor. Pasalnya, fungsi oli sebagai perlindungan untuk komponen malah membuatnya mudah rusak.

Tingginya pembelian oli motor oleh masyarakat membuatnya banyak diincar pelaku kejahatan dengan memalsukan dan membuat produk oli palsu dari brand besar.

Sekadar informasi, oli motor diproduksi dengan melewati serangkaian uji coba. Hal ini untuk memastikan performa dan kualitasnya benar-benar sesuai dengan kebutuhan mesin sepeda motor saat ini. Pasalnya dampak oli palsu untuk motor tak main-main!

Baca Juga: 10 Alasan Mengapa Oli Motor Harus Rutin Diganti Baru, Idealnya Berapa Bulan?

Fungsi oli mampu melumasi komponen yang ada di dalam mesin agar awet dan tidak langsung bergesekan antara komponen. Lalu bagaimana jadinya jika motor kita menggunakan oli palsu? Tentunya akan merusak parah kondisi mesin motor dan komponen di dalamnya.

Agar tak salah beli, dilansir dari berbagai sumber, berikut cara mengetahui oli palsu dan dampak berbahayanya.

1. Tutup Botol Oli
Hal pertama yang harus dicek yaitu kondisi tutup botol oli. Setiap pabrikan oli selalu membuat kemasan dengan tutup botol sekali pakai.

Pabrikan ini akan memberi seal untuk mengunci tutup botol oli. Jika tutup botol oli tidak kencang atau ada bagian yang penyok, besar dugaan adalah oli palsu.

Baca Juga: Resep dan Cara Masak Soto Kuah Bening, Mudah Dibuat di Rumah

2. Security Code

Security Code atau kode keamaan produk diletakkan pada tutup botol. Kode berupa angka ini akan rusak setelah tutup botol dibuka untuk memastikan tutup botol oli tak digunakan untuk kedua kali.

Biasanya, nomor produksi di oli terletak di dua tempat, yaitu di bagian botol dan tutup botolnya. Nomor produksi di kedua tempat ini harus ada dan sama.

Sebelum membeli, Anda wajib mengecek nomor produksinya terlebih dahulu. Jika tidak ada nomor produksi sama sekali atau nomor di botol dan tutupnya berbeda, maka dipastikan oli palsu.

3. Hologram Seal

Pada bagian penutup botol terdapat hologram segel yang mengandung security code khusus dan tidak bisa ditiru. Anda harus perhatikan label di botol oli. Oli palsu biasanya memiliki label yang terlihat kusam karena memakai botol bekas pakai.

Baca Juga: KJP Plus Cair, Penerima Manfaat yang Masih Newbie Perlu Tahu Daftar Merchant dan Rincian Bantuannya

Di oli asli juga terdapat stiker hologram khusus yang disematkan oleh pabrikan. Sementara oli palsu tidak punya stiker tersebut dan bisanya memakai kertas stiker murah untuk labelnya.

4. QR Code

Mengadopsi teknologi terbaru berisi kode rahasia unik dan memudahkan konsumen cek keaslian produk. Dalam verifikasi QR code, Anda akan diberikan beberapa infomasi sesuai QR code yang di-scan:

  • MengInformasikan kevalidan oli sebagai oli asli.
  • Menginformasikan apabila oli sudah melebihi masa waktu 3 tahun sejak aktivasi di supplier oli dengan keterangan produk kadaluarsa.
  • Menginformasikan data QR tidak dapat ditemukan, indikasi barang diragukan keasliannya, sehingga jaringan atau konsumen dapat melaporkannya.
  • QR code hanya dapat di scan maksimal 5x dengan device berbeda, setelah itu akan muncul informasi keterangan bahwa QR telah melewati batas scan 5x

Lalu bagaimana dampak menggunakan oli palsu? Berikut ini ulasan mengenai tanda kerusakan motor karena menggunakan oli palsu.

Baca Juga: Apakah Ada Tunjangan Hari Raya Idul Adha Bagi PNS? Simak Penjelasan PMK No 49 Tahun 2023 Ini

1. Tarikan Mesin Berat
Dipastikan saat motor Anda menggunakan oli palsu, tarikan mesin lebih berat. Kondisi ini menjadi salah satu ciri umum yang muncul akibat penggunaan oli palsu.

Hal ini terjadi karena oli palsu menghasilkan endapan kotoran yang membuat komponen mesin, seperti piston, klep danlainnya tidak bisa berfungsi secara optimal.

2. Mesin Overheat
Bahaya oli palsu juga membuat pelumasan yang tidak mumpuni. Jika digunakan secara terus-menerus, oli palsu bisa menyebabkan mesin gampang mengalami overheat.

Pasalnya, oli palsu tak bisa memberikan pelumasan yang maksimal. Dampaknya, terjadi gesekan komponen hingga menimbulkan panas berlebihan pada mesin.

Baca Juga: Auto Cair, Ini Rekomendasi 7 Pinjol Bunga Rendah Bikin Kantong Tetap Aman, Pasti OJK!

3. Mesin Jebol
Hal laing bahaya dari penggunaan oli palsu dalam jangka panjang yakni membuat mesing jebol. Pasalnya oli palsu membuat pelumasan pada mesin tidak baik dan lama-kelamaan membuat mesin dan komponen mengalami kerusahakan,

Karenanya, penting untuk mengenali ciri-ciri oli palsu agar bisa terhindar dari dampak dan kerusakan pada kendaraan kita.

Reporter Admin
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil