AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Kini, sebanyak 103 sekolah swasta di Ibu Kota resmi digratiskan bagi siswa dari keluarga kurang mampu sebagai bagian dari upaya pemerataan pendidikan.
Kebijakan ini merupakan langkah konkret untuk membantu masyarakat yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan berkualitas akibat keterbatasan ekonomi.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berharap, melalui program ini, Pemprov DKI bisa membantu anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Ia juga mengatakan, langkah yang dilakukan Pemprov DKI ini akan memotong garis ketidakberuntungan dalam keluarga yang tidak mampu.
Untuk berjalannya program sekolah swasta gratis ini, Pemprov DKI Jakarta menganggarkan senilai Rp253,6 miliar.
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga akan terus mengadakan program Kartu Jakarta Pintar (KJP), Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), hingga pemutihan ijazah.
Pram berharap, dengan berjalannya program ini bisa menekan angka rasio gini di DKI Jakarta.

Sebelumnya, Pramono sempat mengumumkan bahwa angka ketimpangan ekonomi atau rasio gini di ibu kota mengalami penurunan dari 0,441 menjadi 0,423.
Nilai tersebut adalah capaian penting Pemprov DKI, karena menjadi tantangan besar untuk mengurangi ketimpangan di Jakarta adalah banyak kelompok berpenghasilan tinggi.***