AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta terus memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung melalui Dinas Pendidikan DKI Jakarta, menyatakan kesiapannya untuk menambah 63 sekolah swasta gratis.
Penambahan sekolah swasta gratis ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu.
Pramono menegaskan, peran penting pendidikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Buruh akan Gelar Aksi Demo pada 4 Maret 2026 di Gedung DPR RI, Ini Isi Tuntutannya
Oleh sebab itu, Pemprov terus berkomitmen dalam memprioritaskan sektor pendidikan bagi anak-anak Jakarta melalui berbagai program bantuan yang disiapkan, seperti KJP, KJMU, dan pemutihan ijazah.
"Bahwa kata kunci dalam keluarga kalau ingin ada perubahan, maka yang paling utama adalah pendidikan. Sekali lagi, pendidikan," ujarnya.
Sementara, disampaikan Kepala Disdik DKI Jakarta, Nahdiana, program ini sebelumnya telah dijalan dengan memiliki 40 sekolah swasta gratis tahun 2025.
Langkah ini tentunya menjadi bagian dari komitmen Pemprov DKI dalam memastikan seluruh anak usia sekolah di Jakarta mendapatkan hak pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
Program sekolah swasta gratis tersebut dirancang untuk melengkapi kapasitas sekolah negeri yang selama ini belum mampu menampung seluruh lulusan setiap jenjang.
"63 (sekolah) kita akan tambah, sekarang ini kan 2026 jadi 103 jumlahnya," ujar Nahdiana.
Rencananya, sekolah swasta gratis di Jakarta ini akan dimulai pada Juli 2026.***
Share this article
Penambahan sekolah swasta gratis ini bertujuan untuk menjangkau lebih banyak siswa dari keluarga kurang mampu.